Naik Rp 4.000, Harga Emas Pegadaian Hari Ini Rp 950.000/gram

Investment - Haryanto, CNBC Indonesia
07 July 2020 13:18
Pegadaian (detikFoto/Rachman Haryanto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga emas Pegadaian khusus batangan 1 gram cetakan Antam hari ini, Selasa (7/7/2020) naik Rp 4.000 atau 0,42% ke level Rp 950.000/gram dari harga hari sebelumnya, di tengah lonjakan kasus virus corona menjaga permintaan untuk safe haven logam mulia.

Sebelumnya pada perdagangan Senin kemarin (6/7/2020) harga emas Pegadaian flat atau datar alias 0,00% ke Rp 946.000/gram.

Adapun khusus harga 0,5 gram emas  hari ini, menguat 0,40 di level Rp 508.000 setelah stagnan dari harga sebelumnya di Rp 506.000 pada hari Sabtu kemarin.


Sementara untuk harga emas ukuran 100 gram di Pegadaian hari ini juga terpantau meningkat sebesar 0,34% berada di Rp 91,031 juta dari harga Senin yakni Rp 90,723 juta per batang.

Di sisi lain, harga beli kembali (buyback) emas cetakan Antam di Pegadaian hari ini juga naik 0,43% atau Rp 4.000, ditetapkan pada Rp 930.000/gram, dari posisi kemarin Rp 926.000/gram. Harga itu menunjukkan harga beli yang harus dibayar Pegadaian jika pemilik batang emas bersertifikat ingin menjual kembali investasi tersebut.

Pembelian logam mulia ini dapat dilakukan dengan cara tunai (cash), kredit dan arisan di Gerai Pegadaian. Harga hampir sama dengan pasaran, hanya saja pegadaian memberikan harga pembelian kembali (buyback) yang lebih tinggi dari pasaran.

Harga Emas Pegadaian 7 Juli 2020

 

Emas PegadaianFoto: Pegadaian
Emas Pegadaian

 

Selain memanfaatkan emas Antam, tabungan emas di Pegadaian juga menggunakan emas cetakan PT UBS.

Harga emas batangan per 1 gram cetakan UBS hari ini berada di Rp 940.000/gram, sementara untuk yang 100 gram di Rp 90,858 juta per batang.

Kenaikan harga emas Pegadaian cetakan Antam tersebut seiring dengan naiknya harga emas dunia di pasar spot pada pentupan perdagangan Senin kemarin atau Selasa pagi waktu Indonesia sebesar US$ 8,77 atau 0,49% pada US$ 1.783,56/oz, melansir dari Refinitiv.

Penguatan harga emas dipicu oleh kekhawatiran yang masih dirasakan oleh investor dan pelaku pasar seputar perkembangan pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19).

Dalam empat hari pertama bulan Juli saja, 15 negara bagian AS telah melaporkan rekor peningkatan kasus COVID-19 yang baru, sementara kasus terus meningkat di negara-negara termasuk India, Australia dan Meksiko.

Sementara data kompilasi John Hopkins University CSSE menunjukkan jumlah penderita Covid-19 secara global sudah tembus lebih dari 11,5 juta orang. Lebih dari 537 ribu orang terenggut jiwanya.

Emas yang merupakan aset tidak berimbal hasil atau non-yielding telah meningkat 17,5% sepanjang tahun ini, didorong oleh langkah-langkah stimulus dan penurunan suku bunga oleh bank sentral. Emas mencapai US$ 1.789/oz minggu lalu, level tertinggi sejak Oktober 2012.

 

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(har/har)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading