Gawat Turun Lagi, Harga Emas Antam ke Rp 837.120/gram

Investment - Haryanto, CNBC Indonesia
17 June 2020 10:10
Emas Antam (CNBC Indonesia/ Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga emas logam mulia acuan yang diproduksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) hari Rabu ini (17/6/2020) turun 0,36% atau sebesar Rp 3.000 menjadi Rp 837.120/gram dari perdagangan Selasa kemarin di level Rp 840.120/gram.

Sebelumnya pada perdagangan Selasa kemarin, harga emas Antam juga turun 0,47% atau Rp 4.000 dari posisi harga Senin yakni Rp 844.120/gram.

Berdasarkan pencatatan data harga Logam Mulia di gerai Jakarta Gedung Antam di situs logammulia milik Antam hari ini, harga tiap gram emas Antam ukuran 100 gram turun 0,36% berada di Rp 83,712 juta dari harga kemarin Rp 84,012 juta per batang.


Emas Antam kepingan 100 gram lumrah dijadikan acuan transaksi emas secara umum, tidak hanya emas Antam. Harga emas Antam di gerai penjualan lain bisa berbeda.

Adapun khusus harga 1 gram emas Antam hari Rabu ini (17/6/2020) turun Rp 3.000 menjadi Rp 895.000/gram setelah turun Rp 4.000 ke Rp 898.000/gram pada hari Selasa kemarin.

Di sisi lain, harga beli kembali (buyback) emas Antam hari ini juga turun 0,38% atau Rp 3.000 ditetapkan pada Rp 784.000/gram, dari posisi kemarin Rp 787.000/gram. Harga itu menunjukkan harga beli yang harus dibayar Antam jika pemilik batang emas bersertifikat ingin menjual kembali investasi tersebut.

Penurunan harga emas Antam seiring dengan koreksi harga emas dunia di pasar spot pada hari ini, Rabu (17/6/2020) pukul 08:30 WIB, yang turun US$ 1,98 atau 0,11% ke level US$ 1.724,98/troy ons dari penutupan perdagangan hari Selasa kemarin (Rabu pagi waktu Indonesia).

Penutupan perdagangan hari Selasa kemarin harga emas naik sebesar US$ 2,37 atau 0,14% ke level US$ 1.726,98/troy ons setelah naik US$ 2,62 atau 0,15% dari penutupan perdagangan sebelumnya di US$ 1.724,61/troy ons, melansir dari Refinitiv.

Sementara harga emas berjangka AS untuk pengiriman bulan Agustus naik US$ 9,30 atau sekitar 0,5% ke level US$ 1.736,50/troy ons setelah turun US$ 10,10 atau sekitar 0,6% pada US$ 1.727,30/troy ons sebelumnya, melansir dari RTTNews.

Koreksi harga emas dunia seiring dengan rebound atau lonjakan pasar ekuitas global di tengah stimulus bank sentral Amerika Serikat (Federal Reserve/The Fed AS), sehingga cenderung menekan harga emas.

Aksi The Fed disambut baik pasar ekuitas. Sikap The Fed yang kian agresif melakukan pembelian di pasar obligasi menunjukkan bahwa bank sentral Adidaya sedunia ini bakal memastikan likuiditas di pasar untuk tetap terjaga dan bahkan berlebih.

Sementara laporan data dari Departemen Perdagangan AS yang menunjukkan bahwa penjualan ritel AS meroket 17,7% pada bulan Mei setelah anjlok 14,7% pada April, turut menopang dolar AS. Ketika dolar AS menguat maka harga emas cenderung turun, karena pembelian menjadi lebih mahal bagi mata uang negara lainnya.

TIM RISET CNBC INDONESIA


(har/har)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading