Emas Antam Diburu Saat Saham Anjlok, Harga Naik Rp 6.000/gram

Investment - Haryanto, CNBC Indonesia
10 June 2020 10:35
Emas Antam (CNBC Indonesia/ Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga emas logam mulia acuan yang diproduksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) hari Rabu ini (10/6/2020) naik 0,73% atau sebesar Rp 6.000 menjadi Rp 823.120/gram dari perdagangan Selasa kemarin di level Rp 817.120/gram.

Sebelumnya pada perdagangan Selasa kemarin, harga emas Antam turun 0,12% dari posisi harga Senin yakni Rp 818.120/gram.

Berdasarkan pencatatan data harga Logam Mulia di gerai Jakarta Gedung Antam di situs logammulia milik Antam hari ini, harga tiap gram emas Antam ukuran 100 gram naik 0,73% berada di Rp 82,312 juta dari harga kemarin Rp 81,712 juta per batang.


Emas Antam kepingan 100 gram lumrah dijadikan acuan transaksi emas secara umum, tidak hanya emas Antam. Harga emas Antam di gerai penjualan lain bisa berbeda.

Adapun khusus harga 1 gram emas Antam hari Rabu ini (10/6/2020) naik Rp 6.000 menjadi Rp 881.000/gram setelah turun Rp 1.000 ke Rp 875.000/gram pada hari Selasa kemarin.

Di sisi lain, harga beli kembali (buyback) emas Antam hari ini juga naik 1,05% atau Rp 8.000 ditetapkan pada Rp 769.000/gram, dari posisi kemarin Rp 761.000/gram. Harga itu menunjukkan harga beli yang harus dibayar Antam jika pemilik batang emas bersertifikat ingin menjual kembali investasi tersebut.

Kenaikan harga emas Antam seiring dengan penguatan harga emas dunia di pasar spot pada penutupan perdagangan hari Selasa kemarin (Rabu pagi waktu Indonesia) yang naik sebesar US$ 19,72 atau 1,16% menjadi US$ 1.714,32/troy ons, melansir dari Refinitiv.

Sementara harga emas berjangka AS untuk pengiriman bulan Agustus ditutup naik US$ 16,80 atau 1% pada US$ 1.721,90/troy ons, melansir dari RTTNews.

Penguatan harga emas dunia kemarin menyusul peringatan Bank Dunia (World Bank) tentang kontraksi tajam ekonomi global dan kehati-hatian investor jelang pengumuman kebijakan moneter bank Sentral Amerika Serikat (Federal Reserve AS).

Bank Dunia memproyeksi bahwa ekonomi dunia masuk resesi di 2020 ini. Kegiatan ekonomi internasional akan menyusut 5,2% tahun ini atau merupakan resesi terdalam sejak Perang Dunia II.

Sementara itu, Bank investasi terkemuka Credit Suisse menaikkan perkiraan harga emas dunia pada Jumat pekan lalu (5/6/2020).

Bank investasi yang didirikan sejak tahun 1856 ini menilai beberapa faktor pendorong harga emas di antaranya imbal hasil (yield) yang masih rendah dan negatif, depresiasi dolar AS dan tekanan inflasi.

Harga emas diprediksi akan naik lagi ke US$ 1.750/troy ons pada kuartal ketiga dari US$ 1.560/troy ons sebelumnya dan naik ke US$ 1.775/troy ons pada kuartal keempat dari US$ 1.600/troy ons sebelumnya. Credit Suisse juga melihat harga emas rata-rata di level US$ 1.701/troy ons untuk setahun penuh, naik dari US$ 1.570/troy ons sebelumnya.

Selain itu, pemicu kenaikan harga emas adalah koreksi dalam di bursa saham domestik. Hingga pukul 10.17, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) drop 1,37% ke level 4.966,29. 

TIM RISET CNBC INDONESIA


(har/har)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading