Selain Emas Batangan, Dinar Emas Juga Bisa Jadi Investasi lho

Investment - Haryanto, CNBC Indonesia
02 April 2020 13:59
Emas dinar sedang menjadi bahan pembicaraan dalam beberapa hari terakhir.

Jakarta, CNBC Indonesia - Emas dinar sedang menjadi bahan pembicaraan dalam beberapa hari terakhir. Dinar dan dirham dikenal sebagai alat perdagangan resmi yang paling stabil dan sesuai syariah sejak berabad-abad lamanya.

Selain itu, kedua instrumen ini dapat juga digunakan untuk pembayaran zakat, alat investasi/simpanan, dan mahar.

Dinar emas bisa jadi benda investasi juga di tengah situasi sekarang ini. Namun, perlu perhatian lebih ketika investasi karena dinar berbeda dengan investasi emas logam mulia dan perhiasan emas.

Supaya tidak merugi, kita harus sudah tahu seluk beluk dari koin dan atau dinar emas.

Saat ini 1 koin dinar Au 91,7%
yang diproduksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam), pada perdagangan Kamis (2/4/2020) berada di Rp 3.475.058/koin dengan berat 4,25 gram. Sementara 1 dirham Au 99,9% berada di Rp 80.097/koin dengan berat 2,975 gram.


Ada banyak yang perlu diketahui dari dinar emas, di antaranya adalah tentang investasi koin emas dan dinar emas, kelebihan dan keburukan dinar emas, juga anjuran dari ahli investasi emas yang mana dapat memberikan sudut pandang baru kepada Anda yang mau berinvestasi dinar emas.


Anda tentu telah mengetahui bahwa varian investasi dari emas di Indonesia ada banyak. Contohnya, ialah logam mulia emas, dan perhiasan emas serta koin emas.

Untuk koin emas, di Indonesia sendiri populer dengan investasi koin emas yang bernama dinar di antara koin emas lainnya.

Akan tetapi, koin emas tidak hanya dinar saja. Di Indonesia dan juga negara lain, banyak koin emas yang bukan merupakan dinar yang mana ditampilkan dengan berbagai desain.

Berbicara tentang harga dari suatu koin emas, dapat dikatakan harganya amat beragam. Harganya dimulai dari ratusan ribu hingga sebesar miliaran rupiah.


Sebenarnya, dinar dan juga dirham merupakan alat pembayaran yang digunakan umat Islam pada masa lalu. Dinar memiliki nilai intrinsik berupa emas sementara dirham berupa perak.

Dinar emas berdasarkan hukum Syari'ah Islam adalah uang emas murni yang memiliki berat 1 mitsqal atau setara dengan 1/7 troy ounce, sedangkan Dirham perak Islam berdasarkan ketentuan Open Mithqal Standard (OMS) memiliki kadar perak murni dengan berat 1/10 troy ounce,atau setara dengan 3,11 gram. Dengan demikian, dinar emas memiliki berat 4,4
5 gram.

Open Mithqal Standard (OMS) adalah standar untuk menentukan berat dan ukuran Dirham dan Dinar modern. Standar ini juga dikenal sebagai standar Nabawi karena berusaha untuk lebih dekat meniru koin Dirham dan Dinar yang digunakan oleh umat Islam selama masa Rasul.

Sementara emas juga merupakan salah satu cadangan devisa suatu negara. Tapi ingat, emas yang digunakan sebagai cadangan devisa ini bukan emas perhiasan yang banyak beredar di pasar.

Berdasarkan rilis Pengelolaan Cadangan Devisa Bank Indonesia oleh Dyah Virgoana Gandhi dari Pusat Pendidikan dan Studi Kebangsentralan (PPSK) Bank Indonesia, menyebutkan, cadangan devisa dalam bentuk emas disebut emas moneter, yakni persediaan emas yang dimiliki oleh otoritas moneter, berupa emas batangan dengan persyaratan internasional tertentu (London Good Delivery/LGD), emas murni, dan mata uang emas yang berada baik di dalam negeri maupun di luar negeri.

Selain emas moneter, komponen lain dalam cadangan devisa yakni Special Drawing Right (SDR), Reserve Position in Fund (RPF), valuta asing (valas), serta tagihan lainnya.

Melihat penjelasan tersebut koin emas dinar bisa menjadi cadangan devisa suatu negara. Berdasarkan data Investopedia, lima negara yang memiliki cadangan emas moneter terbesar di dunia adalah Amerika Serikat, Jerman, Italia, Prancis, dan Rusia.

Kendati dinar emas bisa investasi, namun dinar emas memiliki salah satu kekurangan yang dianggap tidak likuid bila dikomparasikan dengan emas logam mulia dan atau emas perhiasan.

Anda hanya baru dapat memasarkan dinar di pegadaian dan atau bank syariah. Kekurangan lainnya dari dinar, yakni biaya cetak dinar masih lumayan tinggi yakni 3% - 5% dari harga jual.

Jadi, dengan penjabaran di atas, jangan gampang terpengaruh oleh fluktuasi dari harga dinar ya.

Anda butuh paham, bahwa harga dinar dipicu oleh kenaikan dan penurunan harga emas dunia. Hanya beli dinar emas yang bersertifikat, seperti dinar emas yang dirilis oleh Antam.

Dinar emas yang bersertifikat, menjadikan kita dapat memasarkan dinar itu dengan proses yang lebih mudah. Calon pembeli dari dinar Anda tentu akan lebih percaya andai dinar emas kita bersertifikat.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

 



(har/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading