Bingung Semua Investasi Ambles, Milenial Berburu Sukuk Ritel

Investment - Lidya Julita Sembiring, CNBC Indonesia
24 March 2020 11:40
Mewabahnya virus corona atau Covid-19 membuat pasar keuangan dunia tertekan termasuk Indonesia.
Jakarta, CNBC Indonesia - Mewabahnya virus corona atau Covid-19 membuat pasar keuangan dunia tertekan termasuk Indonesia. Ini juga yang membuat instrumen investasi seperti saham mulai dilepas investor, terutama bagi investor milenial yang mulai tertarik membenamkan dana di instrumen investasi.

Oleh karenanya, milenial yang masih ingin berinvestasi di kondisi ini lebih memilih membeli sukuk ritel (sukri) negara yang lebih menjanjikan sebagaimana tercatat dalam data Kementerian Keuangan.

Data Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan mencatat, hasil penjualan Sukuk Ritel seri SR012 mencapai Rp 12,14 triliun. Hasil pemesanan ini 1,59 kali melebihi total target penjualan 28 Midis yang sebesar Rp 7,66 triliun.


Penjualan SR012 ini didominasi pembelian oleh investor milenial sebanyak 8.136 investor atau 33,97% dari total pembeli. Sedangkan investor baru SR012 sebanyak 9.743 investor atau 40,68% juga didominasi oleh generasi milenial sebanyak 3.856 investor atau 39,58%.


Kemudian ada generasi Z (di bawah 19 tahun) yang berinvestasi pada SR012 sebanyak 88 investor dengan nilai Rp 3,56 miliar dengan rata-rata pembelian generasi Z sebesar Rp 487 juta.

Sedangkan, wiraswasta adalah pembeli yang mendominasi pemesanan dari sisi jumlah investor sebanyak 7.532 investor atau 31,45% dan dari sisi volume sebesar Rp 5,57 triliun atau 45,89%.

Lalu, jumlah investor profesi PNS/TNI/Polri pada SR012 sebesar 7,30% sedikit meningkat dibandingkan pada SR011 sebesar 5,19% dan ORI016 sebesar 6,27%.

Penjualan Sukuk Negara Ritel seri SR012 ini menggunakan akad Ijarah Asset to be Leased, dengan menggunakan Barang Milik Negara (BMN) dan Proyek APBN tahun 2020 sebagai underlying assets. Penjualan SR012 menjangkau 23.952 investor di seluruh provinsi di Indonesia.

Adapun faktor positif yang mempengaruhi keberhasilan penjualan antara lain penurunan suku bunga acuan BI 7 Day Resever Repo Rate, minat investor terhadap SBSN (surat berharga syariah negara) yang tinggi, strategi pemasaran yang tepat dan intensif, serta kupon yang masih cukup kompetitif.

Setelmen Sukuk Negara Ritel seri SR012 akan dilaksanakan pada tanggal 26 Maret 2020 dan dicatatkan di Bursa Efek Indonesia pada 27 Maret 2020.

Namun karena pada Sukuk Negara Ritel seri SR012 ini ditetapkan minimum holding period sampai dengan dua periode imbalan, maka perdagangan di pasar sekunder baru dapat dilakukan pada 11 Juni 2020.


Sampai dengan Maret 2020, Pemerintah telah menerbitkan sebanyak 2 Instrumen SBN Ritel (SBR009 dan SR012) dengan total nominal penerbitan mencapai Rp14,39 triliun.

Penerbitan Instrumen SBN Ritel tersebut merupakan bagian dari upaya Pemerintah untuk memperdalam pasar keuangan domestik serta memperluas basis investor, khususnya investor ritel.



[Gambas:Video CNBC]


(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading