Ampun dah! 3 Hari, Harga Emas Antam Anjlok Rp 20.000

Investment - Haryanto, CNBC Indonesia
12 March 2020 11:31
Harga emas logam mulia acuan yang diproduksi PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) dalam 3 hari terakhir mengalami penurunan sangat tajam.

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga emas logam mulia acuan yang diproduksi PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) dalam 3 hari terakhir mengalami penurunan sangat tajam hingga Rp 20.000 atau ambles 2,5% dari level tertinggi yang dicapai pada Senin (9/3) yakni Rp 802.000/gram, menjadi Rp 782.000/gram pada perdagangan Kamis ini (12/3).

Koreksi harga emas Antam dari level tertinggi tersebut seiring dengan penurunan harga emas dunia. Apalagi di pasar saham, investor juga mulai mendapatkan persepsi positif terkait dengan langkah-langkah stimulus yang akan diberikan oleh otoritas bursa-bursa global.

Mengacu data situs logammulia Antan, Senin lalu, harga emas Antam melesat 1,78% atau naik Rp 14.000 menjadi Rp 802.000/gram dari Sabtu pekan lalu (7/3) yakni Rp 788.000/gram. Pada awal pekan itu, harga emas global melonjak signifikan, melewati level kunci atau psikologisnya di area US$1.700/troy ons untuk pertama kalinya sejak akhir 2012 lalu.


Lonjakan harga emas dunia di awal pekan didorong oleh meluasnya wabah virus corona dan terjunnya harga minyak mentah yang menghantam pasar saham dan membuat investor bergegas mencari tempat berlindung yang aman, ke dalam aset safe haven logam emas.

Namun pada perdagangan pagi ini, Kamis, harga emas Antam turun 1,01% atau sebesar Rp 8.000 menjadi Rp 782.000/gram, dari harga sehari sebelumnya, Rabu, yakni di level Rp 790.000/gram. Artinya dalam 3 hari terakhir harga emas Antam ambles Rp 20.000.

Harga emas spot turun 0,4% pada US$ 1.642,98/troy ons hari ini, sementara emas AS ditutup 0,2% lebih rendah pada US$ 1.642,30.

"Kekhawatiran virus [berdampak ke] pasar saham terus menawarkan dukungan [bagi harga emas dunia]," kata Ryan McKay, ahli strategi komoditas di TD Securities, dikutip CNBC International, Kamis (12/3).

"Bank-bank sentral global juga menawarkan stimulus. Pada saat yang sama, emas sedang dijual ketika pasar saham mengalami hari yang buruk untuk menutupi margin," katanya.

"Saya pikir ceritanya [sentimen harga emas] belum banyak berubah selama beberapa minggu," tambahnya.

Pada awal Maret lalu, Bank Indonesia pun mengakui bahwa di tengah mewabahnya virus corona, ada peralihan ke investasi emas.


Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengungkapkan tekanan di pasar keuangan global memang tengah terjadi dan tidak ringan. Hal ini dipacu oleh semakin meluasnya negara yang terjangkit Covid-19 atau virus corona.

"Ada tekanan di pasar keuangan global dengan menurunnya indeks saham di berbagai bursa utama, kemudian yield [imbal hasil] US Treasury [surat utang AS] juga menurun juga sejumlah mata uang mengalami tekanan," kata Perry, Senin (2/3/2020).

Menurutnya, banyak yang menarik dananya dan memindahkan dalam bentuk cash maupun investasi di emas. 
Karena adanya ketidakpastian, Perry mengatakan premi risiko di pasar keuangan jadi tinggi sehingga, investor menarik dananya.

"Investor tarik dana di pasar keuangan di berbagai negara, baik maju maupun negara berkembang tak terkecuali di RI. 
Mereka tarik, jual tunai dan masukkan ke emas. Ini kemudian jadi tekanan di pasar keuangan global hampir di semua negara," tegas Perry.


TIM RISET CNBC INDONESIA

[Gambas:Video CNBC]


(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading