Emas Antam

Panik di Pasar Saham Reda, Emas Antam Ambles Rp 10.000/gram

Investment - Haryanto, CNBC Indonesia
10 March 2020 09:34
Harga emas logam mulia acuan yang diproduksi Antam Selasa (10/3/2020) turun 1,12% sebesar Rp 10.000 menjadi Rp 792.000/gram, dari sebelumnya Rp 802.000/gram.

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga emas logam mulia acuan yang diproduksi PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) Selasa (10/3/2020) turun 1,12% sebesar Rp 10.000 menjadi Rp 792.000/gram, dari sebelumnya Rp 802.000/gram.

Koreksi emas antam seiring dengan turunnya harga emas spot yang terkonsolidasi dari level US$ 1.700/troy ons, karena investor menjual emas mereka untuk menutupi kerugian pada aset-aset saham setelah anjloknya pasar saham dan energi.

Emas Spot naik 0,1% menjadi US$ 1.675,40/troy ons, sedangkan emas berjangka AS naik 0,23% menjadi US$ 1.676,90/troy ons.



Harga emas telah naik sebanyak 1,7% dalam sesi volatilitas yang tinggi kemarin, namun reli harga menyebabkan aksi ambil untung (taking profit) di logam mulia ini.

Berdasarkan harga Logam Mulia di gerai Jakarta Gedung Antam di situs logammulia milik Antam hari ini (10/3/2020), harga tiap gram emas Antam ukuran 100 gram menguat menjadi Rp 79,3 juta dari harga kemarin Rp 80,2 juta per batang.

Emas Antam kepingan 100 gram lumrah dijadikan acuan transaksi emas secara umum, tidak hanya emas Antam. Harga emas Antam di gerai penjualan lain bisa berbeda.

 

Di sisi lain, harga beli kembali (buyback) emas Antam hari ini ditetapkan pada Rp 767.000/gram, turun dari posisi kemarin Rp 776.000/gram.

Harga itu menunjukkan harga beli yang harus dibayar Antam jika pemilik batang emas bersertifikat ingin menjual kembali investasi tersebut.

Untuk jenis lain, Antam juga menawarkan emas batik dan emas tematik serta menampilkan harga hariannya di situs yang sama.

Di sisi lain, Antam juga menjual emas batangan dengan dasar ukuran mulai 1 gram hingga 500 gram di berbagai gerai yang tersedia di berbagai kota, dari Medan hingga Makassar.


Harga dan ketersediaan emas di tiap gerai bisa berbeda. Harga emas tersebut sudah termasuk PPh 22 0,9%. Masyarakat bisa menyertakan NPWP untuk memperoleh potongan pajak lebih rendah yaitu 0,45%.

Beberapa faktor yang memengaruhi harga emas adalah nilai tukar rupiah, penawaran-permintaan, permintaan industri emas, isu global, tingkat inflasi, dan tingkat suku bunga.

Penguatan harga emas Antam biasanya mencerminkan kecenderungan masyarakat untuk memburu emas ritel ketika kondisi tidak kondusif, sehingga mencerminkan fungsi logam mulia sebagai instrumen yang dinilai lebih aman (safe haven) untuk masyarakat di dalam negeri.

Saat ini, kondisi pasar keuangan dan investasi domestik masih sedikit tertekan. Pasar valas menunjukkan pelemahan rupiah hingga 1,16% menjadi Rp 14.385 per dolar pada penutupan Senin (9/3/2020).

[Gambas:Video CNBC]



TIM RISET CNBC INDONESIA


(har/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading