Timteng Panas, Harga Buyback Emas Antam Capai Rp 700.000/gram

Investment - Irvin Avriano Arief, CNBC Indonesia
06 January 2020 09:41
Timteng Panas, Harga Buyback Emas Antam Capai Rp 700.000/gram Foto: Demo memprotes tindakan militer AS terhadap Iran (Katie Fyfe/The Journal-Gazette via AP)
Jakarta, CNBC Indonesia - Harga beli balik (buyback) emas investasi ritel kepingan acuan yang diproduksi PT Aneka Tambang Tbk (ANTM/Antam) naik Rp 7.000 menjadi Rp 700.000/gram hari ini, Senin (6/1/2020) dari akhir pekan lalu Rp 693.000/gram.

Naiknya harga buyback itu senada dengan kenaikan harga emas global, meskipun harga emas Antam per gram kepingan acuan 100 gram yang masih belum bergerak dari posisi akhir pekan lalu Rp 717.000/gram.

Penguatan emas dunia itu dikaitkan dengan sentimen geopolitik di Timur Tengah (Timteng), ada potensi perang antara Amerika Serikat (AS)-Iran yang memanas jelang akhir pekan lalu. 



Data di situs logam mulia milik Antam hari ini (6/1/20) menunjukkan harga buy back emas Antam di gerai resmi sudah naik duluan dibanding harga spot per gram dan sudah menyamai posisi Agustus tahun lalu.

Harga itu dapat menunjukkan harga beli yang harus dibayar Antam jika pemilik batang emas bersertifikat tersebut ingin menjual kembali investasinya di gerai resmi.

Harga emas Antam itu mengalami stagnansi ketika harga emas di pasar spot global akhir pekan lalu naik kencang ke menjadi US$ 1.551,4 per troy ounce (oz) dari posisi sehari sebelumnya US$ 1.528,85/oz. Hari ini, harga emas masih lanjut naik lagi ke US$ 1.575,5/oz.

Selain emas Antam biasa, Antam juga menawarkan emas batik dan emas tematik serta menampilkan harga hariannya di situs yang sama.

Di sisi lain, Antam juga menjual emas batangan dengan dasar ukuran mulai 1 gram hingga 500 gram di berbagai gerai yang tersedia di berbagai kota, dari Medan hingga Makassar.


Harga dan ketersediaan emas di tiap gerai bisa berbeda. Harga emas tersebut sudah termasuk PPh 22 0,9%. Masyarakat bisa menyertakan NPWP untuk memperoleh potongan pajak lebih rendah yaitu 0,45%.

Naik-turunnya harga emas ukuran kecil itu biasanya mengindikasikan risiko pada hari kerja sebelumnya.

Beberapa faktor yang mempengaruhi harga emas adalah nilai tukar rupiah, penawaran-permintaan, permintaan industri emas, isu global, tingkat inflasi, dan tingkat suku bunga.

Penguatan harga emas Antam biasanya mencerminkan kecenderungan masyarakat untuk memburu emas ritel ketika kondisi tidak kondusif, sehingga mencerminkan fungsi logam mulia sebagai instrumen yang dinilai lebih aman (safe haven) untuk masyarakat di dalam negeri.


TIM RISET CNBC INDONESIA

[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading