Kumat Lagi! Emas Global Turun, eh Harga Emas Antam Menguat

Investment - Irvin Avriano Arief, CNBC Indonesia
03 December 2019 10:17
Kumat Lagi! Emas Global Turun, eh Harga Emas Antam Menguat Foto: CNBC Indonesia/ Andrean Kristianto
Jakarta, CNBC Indonesia - Harga emas investasi ritel kepingan acuan yang diproduksi PT Aneka Tambang Tbk (ANTM/Antam) naik tipis Rp 1.000 per gram menjadi Rp 698.000/gram pada perdagangan Selasa ini (3/12/2019) dari Rp 697.000/gram Senin kemarin. Kenaikan tidak seberapa tersebut kembali membawa harga emas Antam ke posisi harga akhir pekan lalu.

Kenaikan atau apresiasi tersebut berbeda dengan harga emas global yang justru turun kemarin di tengah semakin panasnya tensi perang dagang Amerika Serikat (AS)-China.

Drama perang dagang kali ini terkait dengan pemberitaan tentang pihak AS yang kembali menebar ancaman mengenakan tarif impor tambahan bagi aluminium dan baja asal Argentina dan Brazil. Kedua negara adalah penyuplai alternatif kedelai dan hasil pertanian lain bagi China.





Sebelumnya China adalah pihak yang mengeluarkan ancaman mundur dari rencana perundingan jika penghapusan kenaikan tarif impor yang sudah berlaku tidak disetujui AS, di mana China juga menginginkan pembatalan kenaikan tarif yang berencana diterapkan 15 Desember nanti.

Ancaman China itu juga terkait dengan kondisi Hong Kong yang sempat diperparah pengesahan UU HAM oleh senat AS dan Presiden AS Donald Trump, yang bertujuan membela Hong Kong dengan membatasi ekspor amunisi dan peralatan anti kerusuhan.

Data di situs logammulia milik Antam hari ini (3/12/19) menunjukkan besaran harga emas kepingan 100 gram berada pada Rp 69,8 juta/batang, dari posisi kemarin Rp 69,7 juta/batang.

Hari ini, harga beli kembali (buy back) emas Antam di gerai resmi juga naik Rp 1.500/gram menjadi Rp 663.300/gram dari Rp 661.500/gram kemarin.

Harga itu dapat menunjukkan harga beli yang harus dibayar Antam jika pemilik batang emas bersertifikat tersebut ingin menjual kembali investasinya.

Harga emas Antam itu naik ketika harga emas di pasar spot global justru turun kemarin menjadi US$ 1.462,34 per troy ounce (oz) dari posisi akhir pekan lalu US$ 1.463,9/oz. Hari ini, harga emas masih naik ke US$ 1.462,52/oz.



Senin kemarin, posisi bertolak belakang juga dialami emas Antam dan emas global tetapi posisi penguatan ada di emas global dan pelemahan ada di sisi emas Antam. Padahal biasanya, harga instrumen investasi dan komoditas global itu sangat berkorelasi.

Selain emas Antam biasa, Antam juga menawarkan emas batik dan emas tematik serta menampilkan harga hariannya di situs yang sama.

Di sisi lain, Antam juga menjual emas batangan dengan dasar ukuran mulai 1 gram hingga 500 gram di berbagai gerai yang tersedia di berbagai kota, dari Medan hingga Makassar.

Harga dan ketersediaan emas di tiap gerai bisa berbeda. Harga emas tersebut sudah termasuk PPh 22 0,9%. Masyarakat bisa menyertakan NPWP untuk memperoleh potongan pajak lebih rendah yaitu 0,45%.

Naik-turunnya harga emas ukuran kecil itu biasanya mengindikasikan risiko pada hari kerja sebelumnya.

Beberapa faktor yang mempengaruhi harga emas adalah nilai tukar rupiah, penawaran-permintaan, permintaan industri emas, isu global, tingkat inflasi, dan tingkat suku bunga.

Penguatan harga emas Antam biasanya mencerminkan kecenderungan masyarakat untuk memburu emas ritel ketika kondisi tidak kondusif, sehingga mencerminkan fungsi logam mulia sebagai instrumen yang dinilai lebih aman (safe haven) untuk masyarakat di dalam negeri.


TIM RISET CNBC INDONESIA

(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading