Tips Investasi

Mana yang Lebih Cuan; Emas, Saham, atau Reksa Dana?

Investment - Yazid Muamar, CNBC Indonesia
13 November 2019 13:58
Mana yang Lebih Cuan; Emas, Saham, atau Reksa Dana?

Jakarta, CNBC Indonesia - Berinvestasi tentu sudah menjadi kebutuhan seseorang di tengah tuntutan hidup yang semakin menguras biaya. Selain menjaga harta dari rongrongan inflasi, berinvestasi juga dapat meringankan beban kebutuhan di masa depan.

Ada banyak instrumen investasi yang bisa kamu pilih, mulai dari emas, reksa dana, saham, obligasi, dan lainnya. Tapi ingat, pilihlah investasi yang legal dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), jadi jangan pilih investasi 'bodong' alias ilegal ya.

Tentu saja deretan investasi tersebut masing-masing memiliki karakteristik dan kinerjanya masing-masing, sesuai dengan kebutuhan dan horizon investasi kita. Tim Riset CNBC Indonesia merangkum beberapa produk investasi yang bisa menjadi pilihan, berikut investasinya:

Emas
Secara tradisional emas dikenal sebagai aset pelindung harta dari inflasi, ketika inflasi meningkat harga emas juga akan naik. Sampai saat ini, emas juga dipandang masih menjadi aset berharga yang dijadikan instrumen investasi.


Emas yang diproduksi PT Aneka Tambang (Antam) umumnya sering dijadikan investasi serta acuan harga emas di Indonesia. Emas Antam kepingan 100 gram lumrah dijadikan acuan transaksi emas secara umum, tidak hanya emas Antam. Harga emas Antam di gerai penjualan lain bisa berbeda.


Berdasarkan harga Logam Mulia di gerai Butik Emas LM-Pulo Gadung di situs logammulia milik Antam hari ini, Rabu (13/11/) harga emas acuan 100 gram naik Rp 2.000 atau 0,29% menjadi Rp 694.000 per gram dibandingkan harga hari Selasa kemarin pada level Rp 692.000 per setiap gramnya.

Bila dicermati lebih lanjut, harga emas ukuran 100 gram tersebut sudah naik Rp 78.000 atau 12,66% sejak harga penutupan akhir tahun lalu pada Rp 616.000 per gram. Tentunya harga emas tersebut menarik apalagi Antam juga siap membeli kembali jika pihak pembeli ingin menjualnya kembali.


Saham
Mengacu data Bursa Efek Indonesia (BEI), kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sejak awal tahun hingga Selasa kemarin (12/11/2019) turun tipis 0,22% pada level 6.180.

Meski IHSG cenderung stagnan bukan berarti semua saham yang ada di dalamnya kurang secara performa. Pemilihan saham pada sektor tertentu bisa jadi pembeda dalam berinvestasi saham, hal ini tercermin dari kinerja beberapa sektor yang justru menunjukkan kenaikan yang sangat signifikan.

Pada tabel di bawah ini diketahui bahwa saham-saham yang berada di sektor properti kinerjanya paling mentereng dengan kenaikan 14,06%, disusul saham-saham pada sektor industri dasar 11,14%, infrastruktur 9,49%, dan saham-saham finansial perbankan dengan 7,54%.

Berikut kinerja IHSG dan indeks sektoral di BEI sejak awal tahun:


Reksa Dana
Reksa dana merupakan produk investasi yang diterbitkan perusahaan yang dikenal dengan perusahaan manajemen investasi (MI) dengan sebuah bank kustodian sebagai tempat menyimpan investasi tersebut.

MI tersebut kemudian menginvestasikan uang yang terkumpul tersebut ke dalam suatu portofolio efek seperti saham, obligasi dan deposito. Jika reksa dana saham, maka isi produknya sebagian besar saham. Begitu pula dengan reksa dana pendapatan tetap, isinya mayoritas surat utang.

Untuk reksa dana yang dijual secara bebas (open end), pembagian jenis produk reksa dana berdasarkan aset dasar (underlying) investasinya seperti reksa dana saham (minimal 80% asetnya berupa saham), reksa dana pendapatan tetap (minimal 80% berupa obligasi), reksa dana pasar uang (Sertifikat Bank Indonesia (SBI), deposito berjangka, dan obligasi yang jatuh tempo di bawah 1 tahun).


Adapun yang terakhir adalah reksa dana campuran (maksimal investasi 79% pada salah satu instrumen saham, obligasi, dan pasar uang).

Kinerja reksa dana hingga saat ini belum mengesankan, kecuali dua produk yakni reksa dana pendapatan tetap dan pasar uang.

Data Infovesta mencatat, hingga September lalu, kinerja produk reksa dana (RD) pendapatan tetap dan RD pasar uang menjadi jenis reksa dana yang positif pada periode September 2019, sedangkan dua jenis reksa dana lain masih negatif yakni RD saham dan RD campuran.




TIM RISET CNBC INDONESIA

(yam/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading