Usai Jokowi Dilantik, Harga Emas Antam Stagnan Aja, Kenapa?

Investment - Irvin Avriano Arief, CNBC Indonesia
21 October 2019 09:50
Usai Jokowi Dilantik, Harga Emas Antam Stagnan Aja, Kenapa? Foto: Emas Batangan dan Koin dalam brankas Pro Aurum di Munich, Jerman pada 14 Agustus 2019. (REUTERS/Michael Dalder)
Jakarta, CNBC Indonesia - Harga emas investasi ritel kepingan acuan yang diproduksi PT Aneka Tambang Tbk (ANTM/Antam) stagnan di level Rp 707.000 per gram hari ini, Senin (21/10/2019). Stabilnya harga instrumen itu terkait dengan meningkatnya ekspektasi penurunan suku bunga Amerika Serikat (AS) di akhir bulan yang sukses menurunkan harga emas dunia.

Ekspektasi penurunan suku bunga acuan meningkat setelah data-data ekonomi China dan AS menunjukkan adanya resesi ancaman terhadap pertumbuhan ekonomi.

Data di situs logammulia milik Antam hari ini menunjukkan besaran harga emas kepingan 100 gram berada pada Rp 70,7 juta per batang, yang tidak berubah dari akhir pekan lalu.






Meskipun harga stabil, tetapi harga beli kembali (buy back) emas Antam di gerai resmi justru terpeleset Rp 1.000 per gram menjadi Rp 677.000 per gram dari Rp 6678.000 per gram pada akhir pekan lalu.

Harga itu dapat menunjukkan harga beli yang harus dibayar Antam jika pemilik batang emas bersertifikat tersebut ingin menjual kembali investasinya.

Turunnya harga emas Antam tersebut seiring dengan koreksi harga emas di pasar spot global pada akhir pekan lalu menjadi US$ 1.489 per troy ounce (oz) dari sehari sebelumnya US$ 1.491/oz. Hari ini, harga emas naik tipis menjadi US$ 1.490/oz.




Penurunan harga logam mulia dunia terjadi pada 2 pekan lalu, yang didorong suksesnya pertemuan awal delegasi kedua negara semalam. Menyikapi peristiwa itu, sifat emas sebagai instrumen investasi yang dianggap lebih aman (safe heaven) sehingga justru melemah ketika kondisi kondusif, begitu juga sebaliknya.


TIM RISET CNBC INDONESIA

(tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading