IHSG Babak Belur 4 Hari, Apa Harus Beli Reksa Dana?

Investment - Irvin Avriano Arief, CNBC Indonesia
07 August 2019 09:26
IHSG Babak Belur 4 Hari, Apa Harus Beli Reksa Dana?
Jakarta, CNBC Indonesia - Now or never! Dalam 4 hari terakhir, pasar modal sedang kebakaran. Ya, koreksi yang terjadi di pasar saham dan obligasi sedang menjadi-jadi. Namun, di balik pelemahan yang signifikan tersebut, koreksi pasar menjadi momentum yang tepat bagi siapapun calon investor yang punya niat investasi saat kondisi pasar sedang koreksi. 

Memang tidak ada satupun pihak yang dapat menjamin koreksi tidak akan berlanjut lagi ke depannya, meskipun pada Rabu ini (7/8/2019), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil rebound. Tetapi koreksi tentu dapat menjadi jendela bagi calon investor yang sedari dulu menunda-nunda untuk berinvestasi karena menunggu harga yang lebih murah. 

Selain investasi sektor riil, pasar modal menjadi salah satu alternatif.


Di tengah kondisi saham yang masih tak menentu, reksa dana bisa menjadi salah satu instrumen investasi pasar modal yang dapat menjadi pintu masuk investor ke pasar modal. Alasannya ada empat hal:

Pertama, karena risiko yang berkurang dibanding membeli efek pasar modal seperti saham dan obligasi secara langsung. Risiko investor bisa berkurang dengan membeli reksa dana dibanding efek langsung karena produk reksa dana dikelola oleh manajer investasi yang lebih profesional dibanding investor awam, terutama karena sehari-harinya manajer investasi lebih terlibat di pasar modal. 

Kedua, reksa dana relatif lebih mudah dipahami bagi investor pemula dan yang tidak ingin dipusingkan dengan keharusan belajar detail tentang pasar modal karena investor akan menurut pada pilihan investasi dari manajer investasi. 

Ketiga, nilai minimal pembelian reksa dana jauh lebih terjangkau dibandingkan dengan efek langsung seperti saham dan obligasi, di mana reksa dana dapat dibeli mulai dari nilai yang sangat kecil yaitu Rp 10.000. 

Keempat, dengan nilai pembelian yang kecil maka investor reksa dana dapat lebih mudah mendiversifikasi portofolio investasinya dibanding membeli satu aset kelas investasi saja seperti satu lot saham saja atau satu seri obligasi saja. Selain itu, setiap reksa dana diwajibkan memiliki minimal 10 jenis efek/instrumen sehingga per produk pun sudah ada diversifikasi di dalamnya.



Namun, tidak sedikit yang bingung untuk menemukan letak pintu masuk terdekat untuk berinvestasi reksa dana tersebut.

Berikut ini adalah beberapa di antara jaringan yang dapat menjadi tempat pembelian reksa dana, yaitu pelaku pasar modal yang berizin agen penjual reksa dana (Aperd) maupun yang menjadi gerai/rekanan Aperd:  


1.
Bank.
Anda dapat membeli reksa dana di bank tempat Anda menabung. Caranya adalah dengan datang ke cabang terdekat sehingga Anda dapat mengisi formulir yang lumrah masih diwajibkan, dan cabang yang Anda datangi haruslah memiliki pegawai yang memiliki agen penjual reksa dana (Aperd).

Beberapa di antara bank besar bahkan sudah memiliki layanan online sehingga nasabah bank tersebut tidak perlu datang ke cabang terdekat untuk menambah unit reksa dana yang dimilikinya. 

Faktor plus membeli di bank: Pilihan manajer investasi dan reksa dana yang dijual di bank biasanya lebih banyak dibanding membeli langsung di manajer investasi, atau dengan kata lain bank berfungsi sebagai supermarket dengan banyak pilihan.  

Dengan banyaknya reksa dana yang dijual bank, maka akan lebih banyak reksa dana yang dapat disandingkan dan dibandingkan dengan banyak produk. Cabang bank besar pasti tersebar luas sehingga Anda tidak akan kesulitan untuk berkunjung ke bank tersebut. 

Faktor minus membeli di bank: sebagian besar pegawai bank belum memahami tentang reksa dana sehingga nasabah biasanya harus berperan aktif dibandingkan dengan menunggu jawaban dan penjelasan secara rinci dari pegawai bank. Meskipun sudah ada bank yang memiliki fasilitas penjualan reksa dana online, tetapi tidak sedikit yang masih konvensional dan masih mensyaratkan pembelian dilakukan secara langsung di cabangnya. 


Umumnya, dengan cara konvensional tersebut, bank tersebut masih mensyaratkan pengisian formulir fisik dan tanda tangan 'basah' sehingga membutuhkan nasabah hadir di cabangnya, dan belum tentu semua cabangnya memiliki pegawai yang mengantongi izin wakil agen penjual efek reksa dana (Waperd). 

Beberapa bank yang menawarkan reksa dana: BRI, BCA, Bank Mandiri, BNI, Bank Permata, dan Bank Commonwealth.





2.
Manajer investasi.
Manajer investasi adalah perusahaan yang fungsinya mengelola reksa dana. Dari total jumlah 95 manajer investasi yang tercatat di Otoritas Jasa Keuangan (OJK), saat ini tidak sedikit manajer investasi yang juga memasarkan langsung reksa dananya kepada investor melalui jaringan fisik, website, atau bahkan membuat aplikasi terkait dengan barang dagangannya. 

Faktor plus membeli di manajer investasi: Dengan membeli reksa dana di kantor cabang manajer investasi, Anda akan mudah terpuaskan karena setiap keraguan dan setiap pertanyaan yang ada di dalam unek-unek tentang rencana investasi Anda di reksa dana akan segera dijawab pegawai pemasaran di kantor cabang tersebut.  

Dengan berkunjung ke cabang tersebut, niscaya Anda sudah menandatangani formulir sebelum keluar kantornya dengan janji tidak dikenakan biaya pembelian (subscription fee).

Selain melalui kehadiran fisik di cabang manajer investasi, pembelian reksa dana di manajer investasi juga sudah dapat dilakukan melalui jaringan online si perusahaan atau bahkan aplikasi sendiri, jika fasilitasnya sudah mendukung, sehingga Anda tidak perlu offline

Faktor minus membeli di manajer investasi: pilihan yang lebih terbatas karena sebuah pabrik tidak akan menjual produk yang dihasilkan pabrik saingannya bukan?  

Hal tersebut juga membuat niat investor yang sudah memiliki beberapa reksa dana tidak mampu membandingkan secara instan produk yang dia incar dengan produk sejenis yang diproduksi manajer investasi lain. Selain itu, karena pemasaran menjadi tanggungan perusahaan maka biaya (fee) beli biasanya akan dibebankan kepada nasabah. 

Beberapa manajer investasi yang memasarkan reksa dana sendiri: Trimegah Asset Management, Manulife Aset Manajemen Indonesia, Mandiri Manajemen Investasi, dan Danareksa Investment Management. 

Manajer investasi lain adalah Ciptadana Asset Management, Panin Asset Management (PAM Mobile), Sinarmas Asset Management (Simas Fund), Samuel Aset Manajement (ReksadanaSAM), Paytren Aset Manajemen (PayOr), Bahana TCW Investment Management (BahanaLink), dan MNC Asset Management.




3.
Sekuritas atau perusahaan efek.
Selain menjadi tempat bertransaksi saham dan obligasi serta menjadi penjamin emisi dari penawaran umum perdana (initial public offering/IPO), saat ini perusahaan efek atau sekuritas juga sudah ramai memasarkan reksa dana. 

Bagi investor yang sudah menjadi nasabah sekuritas, tentu reksa dana akan menjadi alternatif investasi secara pasif ketika kondisi pasar sedang membuat Anda jenuh memperhatikan pergerakannya yang naik-turun secara cepat. 

Faktor plus membeli di sekuritas: Karena memanfaatkan statusnya sebagai Aperd,tidak sedikit sekuritas yang tidak hanya menjual reksa dana dari manajer investasi yang masih terafiliasi, biasanya anak usahanya, dan turut menjual reksa dana dari manajer investasi lain untuk meluaskan pilihan dari investornya, atau sesuai dengan kaidah supermarket.

Ketika Anda sudah menjadi nasabah sebuah sekuritas, tentu akan menjadi nilai tambah ketika sekuritas tempat Anda berinvestasi juga menyediakan reksa dana sebagai alternatif.  

Minimal, Anda juga dapat berinvestasi di reksa dana pasar uang yang lebih pasif dan hampir pasti memberi keuntungan di saat pasar modal sedang terkoreksi dengan dana yang minimal serta tanpa biaya pembelian-penjualan. 

Faktor minus membeli di sekuritas: Bagi investor yang belum memiliki rekening di sekuritas, belum banyak sekuritas yang memiliki fasilitas pembukaan rekening yang mudah seperti melalui formulir online atau tanda tangan digital, sehingga proses pembukaan rekening manual sekuritas akan lebih menyulitkan bagi calon investor baru dibanding Aperd online. Saat ini ada sekitar 100 sekuritas yang ada di bursa.

Berikut ini beberapa sekuritas yang memasarkan reksa dana: Indo Premier Sekuritas (Ipotfund), Mandiri Sekuritas (Most Fund), Mirae Asset Sekuritas Indonesia (Max Fund), BNI Sekuritas (Mutual Unity), Danareksa Sekuritas, dan Philip Sekuritas (POEMS ProFund). 





4. Aperd fintech (online).

Dengan tersedianya Aperd fintech yang memungkinkan pembukaan rekening secara online dan transaksinya, maka industri reksa dana memiliki satu langkah keunggulan dibanding Aperd jenis lain karena lebih singkatnya kedua proses tadi. 

Faktor plus membeli di Aperd online: Pembukaan rekening dan pembelian dapat dilakukan secara online serta hanya akan memakan waktu singkat, ada yang memiliki standard di bawah 1 hari bahkan hingga 1 jam.

Pilihan yang disediakan Aperd online biasanya juga beragam sehingga Anda cenderung bersifat pemilih (picky) tidak kesulitan membandingkannya dengan reksa dana lain untuk mencari yang lebih sesuai dengan profil dan tujuan investasi. 

Selain ada yang memiliki sifat supermarket, yaitu yang memiliki banyak 'koleksi' reksa dana sebagai pilihan bagi investornya, ada juga Aperd fintech yang menyederhanakan proses investasi dengan menyarankan reksa dana per kelas aset (RD saham, RD campuran, RD pendapatan tetap, dan RD pasar uang). Cara kelas aset tersebut bertujuan menyederhanakan proses investasi, tetapi di sisi lain dapat membatasi gerak calon investor bertipe picky

Faktor minus membeli di Aperd online: Mudahnya pembukaan rekening dan pembelian produk reksa dana kadang membuat kita seakan tidak yakin dengan keabsahan dan legalitas si fintech. Jangan ragu untuk bertanya tentang dasar hukum pendirian perusahaan serta melakukan kroscek ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK) jika Anda ragu. 

Beberapa Aperd fintech yang memasarkan reksa dana seperti supermarket: Bareksa, Moduit, Tanamduit, Invisee, dan Supermarket Reksa Dana. Beberapa Aperd fintech yang memasarkan reksa dana berdasarkan kelas aset: Bibit, Xdana, dan Ajaib.




5.
E-Commerce dan fintech yang menjadi gerai Aperd.
Untuk memaksimalkan kemajuan teknologi informasi, selain membeli di Aperd online, calon investor juga dapat membeli reksa dana di e-commerce atau fintech lain yang menjadi gerai atau cabang pembantu dengan bekerja sama dengan Aperd sehingga dapat meluaskan jaringan investornya. 

Faktor plus membeli di fintech gerai: Dengan didukung kekuatan dari teknologi informasi yang menjadi tulang punggung e-commerce atau fintech jenis lain, tentu membuka rekening atau bertransaksi produk reksa dana akan menjadi mudah melalui jaringan fintech ini. 

Faktor minus membeli di fintech gerai: Kesederhanaan yang menjadi keunggulan metode pembelian reksa dana melaui fintech biasanya tidak memiliki banyak pilihan reksa dana. 

Beberapa fintech yang memasarkan reksa dana: Tokopedia, Bareksa, dan fintech peer-to-peer lending (P2P) Investree. 





***
Dengan banyaknya pintu dan pilihan untuk membeli reksa dana, tentu akan mudah bagi Anda yang memang sudah berniat mulai menyisihkan dana untuk dibelikan produk investasi ritel tersebut.

Namun, tetap jangan lupa untuk tetap mempelajari investasi Anda, apapun itu, baik dari mekanisme reksa dana, pasar modal, manajer investasi, serta detail produknya.
  

Selamat berinvestasi!  



TIM RISET CNBC INDONESIA



(irv/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading