Ingin Jadi Investor Pemula, Mari Simak Strategi Jitunya

Investment - Irvin Avriano A., CNBC Indonesia
05 April 2019 16:11
Ingin Jadi Investor Pemula, Mari Simak Strategi Jitunya
Jakarta, CNBC Indonesia - "A journey of a thousand miles begins with a single step," ungkap serangkai kata-kata mutiara asal China.

Maksudnya adalah hampir semua hal ada titik mulai (garis start) dan asal muasal.

Dalam konteksnya terhadap berinvestasi, peribahasa tersebut juga dapat berlaku terutama bagi generasi muda yang baru mulai bekerja, mahasiswa yang sudah memiliki penghasilan, atau bahkan anak sekolah yang sudah mendapatkan alokasi investasi dari orang tuanya.


Saat ini, ada beberapa perusahaan efek yang membolehkan anak sekolah yang sudah ber-KTP untuk dapat membuka rekening dengan nomor pokok wajib pajak (NPWP) orang tuanya.

Lain cerita lagi bagi yang sudah punya KTP, artinya sudah berusia 17 tahun dan sudah dianggap dewasa dalam mengambil keputusan investasi.

Syafirah Alhadar, Independent Financial Adviser Jouska Financial, mengatakan investor pemula kurang cocok jika disarankan untuk berinvestasi tanah karena harganya yang tinggi serta untuk berbisnis langsung karena risiko yang tinggi, meskipun tidak berarti diharamkan sama sekali.

Untuk itu, perencana keuangan yang akrab dipanggil Fira tersebut, punya saran bagi investor pemula dimana secara umum diarahkan untuk berinvestasi pada produk reksa dana dan obligasi ritel pemerintah.

"Sifat kedua produk itu aman, rendah risiko, dan fleksibilitas tinggi," ujarnya usai Investime di CNBC Indonesia pekan lalu (27/3/19).

Reksa dana adalah produk investais yang berupa keranjang dari kumpulan dana yang akan dikelola manajer investasi untuk dibelikan efek pasar modal dan instrumen pasar uang.

Jenis reksa dana berdasarkan efek yang menjadi instrumen utama di dalam masing-masing produk.

Empat produk reksa dana yang umum ditawarkan yaitu reksa dana saham untuk yang mayoritas saham, reksa dana pendapatan tetap untuk yang mayoritas isinya obligasi, reksa dana pasar uang untuk yang mayoritas deposito dan obligasi pendek, serta reksa dana campuran yang isinya fleksibel.

Pembelian reksa dana dapa dilakukan di perbankan, sekuritas, manajer investasi, dan aplikasi dari perusahaan agen penjual reksa dana berbasis teknologi (fintech).

Seluruh perbankan hampir semuanya menjual reksa dana, sekuritas dan manajer investasi pun demikian.

Lalu, untuk perusahaan agen penjual reksa dana berbasis teknologi sudah mulai umum karena pendaftarannya yang mudah yaitu di Bareksa, Xdana, Smard, Invisee, Bibit, Moduit, Tanamduit, atau Ajaib.

Pembukaan rekening melalui agen penjual ini relatif lebih mudah daripada di jenis lain karena sudah difasilitasi kemudahan, terutama dalam kecepatan pembukaan rekening yang bisa dalam 1 hari atau bahkan hitungan jam, serta persyaratan yang lebih mudah karena syarat mutlaknya adalah foto KTP.

Obligasi ritel pemerintah ada empat macam dan mulai tahun ini akan ditawarkan setiap bulan, yaitu obligasi negara ritel (ORI), sukuk ritel (SR), obligasi tabungan ritel (saving bond retail/SBR), dan sukuk tabungan (ST).

Untuk segera berinvestasi, investor pemula tersebut dapat lebih dulu mengatur keuangan pribadi, yaitu dimulai dari mengenali sifat investasi kita dengan cara melakukan tes pengetahuan profil investasi (risk profiling).

Setelah membuka rekening efek, barulah mulai kita membeli produk investasi perdana kita yang disarankan sesuai dengan profil Anda oleh si agen penjual.

Untuk obligasi ritel pemerintah, penjualan juga dilakukan di hampir seluruh bank, sekuritas, maupun agen penjual reksa dana berbasis teknologi. Selain agen yang umum, penjualan juga dilakukan di aplikasi peer to peer lending (P2P) seperti Investree dan Modalku.

Fira pun memiliki pesan penting terkait dengan investasi di usia muda, yaitu agar calon investor muda sebanyak mungkin menyimpan dan menginvestasikan dananya sejak dini, bahkan minimal 50% atau bahkan 70% jika mampu untuk menopang masa depan yang lebih baik.

Pesan lain setelah memulai investasi adalah mulai memikirkan dana darurat, asuransi, dan pahami profil investasi Anda.

Namun, tetap saja yang utama adalah realisasikan niat berinvestasi sejak sudah memiliki dana sendiri, karena jangan pernah menunggu besok apa yang bisa dilakukan hari ini.

Tips Syafirah Alhadar (Jouska) untuk Investor Muda:
  1. Tabung dan investasikan minimal 50% dari pendapatan Anda.
  2. Setelah memulai investasi, mulailah memikirkan dana darurat dan asuransi.
  3. Jangan tunda lagi untuk berinvestasi!

Ingin Jadi Investor Pemula, Mari Simak Strategi JitunyaFoto: Infografis/Jalur Investasi Untuk Pemula/Arie Pratama



TIM RISET CNBC INDONESIA
(hps/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading