Oppo Stocks In Your Hand, Giliran Anak Muda Trading Saham

Investment - Syahrizal Sidik, CNBC Indonesia
18 February 2019 14:14
Oppo Stocks In Your Hand, Giliran Anak Muda Trading Saham
Jakarta, CNBC Indonesia - CNBC Indonesia bekerja sama dengan OPPO menyelenggarakan kompetisi trading saham bagi investor kalangan milenial. Penyelenggaraan kompetisis jual beli saham bertajuk Oppo Stocks In Your Hand ini juga digadang-gadang sebagai inisiasi yang baik untuk memperkuat basis investor domestik.

Silvia, mahasiswi asal Jakarta, yang menjadi peserta di acara tersebut mengatakan acara tersebut bisa menumbuhkan semangat kawula muda untuk berinvestasi di pasar modal. Oleh karena, kata dia, literasi pasar modal bagi kalangan milenial saat ini cukup bagus, terlihat dari tingginya minat generasi muda yang membeli obligasi.

"Sebenarnya sejauh ini dari tahun ke tahun literasi udah mulai bagus, karena saya lihat juga waktu presentasi pembelian bonds [pembelian obligasi ritel pemerintah] malah didominasi oleh milenial," tutur Silvia saat ditemui CNBC Indonesia di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (18/2/2019).


Awalnya, ia dan Tim Infinity Cuan belajar trading saham di komunitas investasi kampus. Setelah tahu ada kompetisi tersebut dari media sosial, ia mulai mencoba mempraktikkan trading itu di acara Oppo Stocks In Your Hand, yang berlangsung selama lima hari.

"Kami tertarik, kami ingin memaksimalkan apa sih yang sudah kami praktikkan ke acara kompetisi ini," ujarnya.


Peserta lain, Andre Sutanto, juga menilai kompetisi itu juga dijadikan sebagai ajang baginya bersama tim untuk mengasah kemampuan trading saham. Ini bukan event pertama yang diikutinya, karena sebelumnya Ia dan timnya sudah mengikuti beberapa kompetisi trading saham di beberapa kampus.

"Puji Tuhan kami memenangkan beberapa pertandingan tersebut, jadi kami ingin lebih ke skala yang lebih besar lagi," kata Andre.

Foto: Kompetisi jual beli saham Oppo Stocks in Your Hand di Bursa Efek Indonesia, Senin (18/2/2019). kompetisi jual beli saham Oppo Stocks in Your Hand (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)
Menurut Andre, saat ini kaum muda tengah gencar memulai investasi. Hanya saja, kata Andre, bagi kalangan mahasiswa diakui masih banyak yang belum mengetahui mengenai literasi keuangan, khususnya investasi di pasar saham secara benar.

"Mahasiswa masih kurang pengetahuan tentang investasi yang benar, jadi mereka cenderung ingin untung cepat di masa muda. Padahal konsep pasar modal ini kan long term (invetasi jangka panjang)," ujarnya.

Adapun Imam, peserta asal Jakarta, mengakui jumlah investor domestik secara rasio terhadap jumlah penduduknya masih di bawah 2%. Namun dirinya bangga, saat ini 40% investor domestik didominasi kalangan milenial.


"Kita mesti bangga, Jadi generasi kita ke depan untuk milenial kesadaran investasi bisa bagus jadi ke depannya, bisa bersaing dengan negara lain seperti Singapura dan Malaysia," kata dia.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia Inarno Djajadi menyambut baik perhelatan tersebut. Dia menilai kompetisi jual beli saham juga bisa menjadi inisiasi untuk meningkatkan inklusi keuangan di tanah air.

"Tadi saya melihat begitu banyak milenial dari seluruh Indonesia dan mereka sangat tertarik untuk ikut serta dalam kompetisi ini. Mungkin itu awal yang baik untuk inklusi," tutur Inarno.

Sekadar informasi, sepanjang Januari 2019, investor saham telah bertambah 23.000 single investor identification (SID). Jumlah tersebut naik dua kali lipat dibandingkan dengan periode yang sama di tahun lalu, yang hanya mengalami peningkatan sebesar 11.000 SID.

BEI optimis pertumbuhan investor sepanjang tahun ini bisa mencapai 300.000 SID, lebih tinggi ketimbang tahun lalu yang sebesar 230.000 SID.

(tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading