TLKM Realisasikan Penerbitan MTN Rp 1,5 T

Investment - Irvin Avriano Arief, CNBC Indonesia 05 September 2018 10:25
TLKM Realisasikan Penerbitan MTN Rp 1,5 T
Jakarta, CNBC Indonesia - PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) merealisasikan rencana penerbitan surat utang jangka menengahnya (medium term notes/MTN) senilai Rp 1,5 triliun, sesuai dengan rencana awal. 

Data PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) kemarin (5/9/2018) menunjukkan kupon yang ditetapkan oleh BUMN telekomunikasi tersebut masih berada dalam rentang awal yang ditawarkan perseroan pada awal penawaran efek. 

Bahkan, untuk tenor pendek yaitu seri A baik konvensional maupun yang syariah, kupon yang ditetapkan berada di batas bawah penawaran yaitu 8%. 


MTN adalah efek utang yang umumnya ditawarkan kepada calon investor melalui metode penawaran terbatas (private placement), yang berarti ditawarkan kepada tidak lebih dari 100 pihak dan akhirnya dimiliki oleh tidak lebih dari 49 pihak. 

Penawaran tersebut berbeda dan lebih sederhana dibanding penawaran publik yang dilakukan terhadap efek utang obligasi. Penawaran publik berarti boleh ditawarkan kepada sebanyak-banyaknya pihak dan dimiliki oleh lebih dari 49 pihak. 

MTN masih banyak terbit bahkan sejak dilarangnya efek surat utang tersebut menjadi aset dasar reksa dana. Kemungkinan masih berlanjutnya penerbitan MTN disebabkan masih tingginya kebutuhan pembiayaan oleh korporasi, terutama BUMN, dari pendanaan investor ritel (masyarakat).

  
SeriJumlah Penerbitan (Rp miliar)Kupon/Imbal Hasil (%)Kisaran Awal Kupon (%)Jatuh tempo
MTN SYARIAH IJARAH I TELKOM TAHUN 2018 SERI C1828.357.75-8.754-Sep-21
MTN SYARIAH IJARAH I TELKOM TAHUN 2018 SERI B29687.5-8.54-Sep-20
MTN SYARIAH IJARAH I TELKOM TAHUN 2018 SERI A2647.257.25-814-Sep-19
MTN I TELKOM TAHUN 2018 SERI C2968.357.75-8.754-Sep-21
MTN I TELKOM TAHUN 2018 SERI B20087.5-8.54-Sep-20
MTN I TELKOM TAHUN 2018 SERI A2627.257.25-814-Sep-19
1,500
Sumber: KSEI  



TIM RISET CNBC INDONESIA


(irv/irv)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading