Investasi Tanaman Ini, Modal Rp 50 Ribu Bisa Balik Rp 20 Juta

Investment - Chandra Gian Asmara, CNBC Indonesia
12 August 2018 17:20
Investasi Tanaman Ini, Modal Rp 50 Ribu Bisa Balik Rp 20 Juta
Jakarta, CNBC Indonesia- Siapa bilang berinvestasi hanya bisa dilakukan oleh orang yang matang dari sisi finansial? Bagi Anda, yang masih berusia muda pun sudah bisa berinvestasi sejak dini.

Saat ini, ada berbagai pilihan instrumen investasi seperti emas batangan, saham dan reksadana, ataupun dalam bentuk deposito. Namun, ternyata Anda juga bisa berinvestasi di tanaman hias.




Munarman, salah seorang pedagang tanaman hias mengemukakan, ada beberapa tanaman hias yang bisa Anda jadikan sebagai instrumen investasi. Misalnya, seperti Anggrek maupun Bonsai.

"Bibit tidak mahal, di bawah Rp 100 ribu. Tapi dalam beberapa tahun ke depan, itu bisa menghasilkan," kata Munarman kepada CNBC Indonesia dalam pameran flora dan fauna di Taman Lapangan Banteng, Jakarta, Minggu (12/8/2018).

Misalnya, untuk tanaman anggrek jenis paku tanduk rusa (platycerium). Harga bibit anggrek golongan ini tidak terlalu mahal, namun ketika berkembang bisa menghasilkan pundi jutaan rupiah.

"Perawatannya pun juga demikian, tidak mahal. Harga bibit anggrek platycerium paling mahal bisa Rp 50 ribu. 5 tahun lagi ketika sudah menjadi induk, sudah bisa dijual sampai Rp 20 juta," katanya.

Kemudian, adalah bonsai. Untuk tanaman hias yang satu ini, memang perlu upaya ekstra dari sisi perawatan. Bagi Anda yang ingin mencoba berinvestasi di tanaman ini, maka ada yang perlu diperhatikan.

"Ada beberapa bonsai yang cepat tumbuh misalnya bonsai cemara. Harga tidak terlalu mahal, dan kalau memang mau dijual banyak peminatnya. Karena sedang trend," jelasnya.

Meski demikian, Mundandar mengimbau, siapapun yang ingin mencoba berinvestasi di tanaman hias tetap memperhatikan fungsi tanaman hias itu sendiri. Bagaimanpun juga, tanaman hias adalah sebuah mahkluk hidup.

"Jadi jangan semata-mata karena mau cari uang. Ini makhluk hidup yang harus dirawat dengan penuh perhatian. Percuma juga, kalau nanti tanamannya mati," katanya. (gus)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading