Warren Buffett: Jangan Pernah Berutang untuk Membeli Saham

Investment - Rehia Sebayang, CNBC Indonesia
04 March 2018 10:41
Warren Buffett: Jangan Pernah Berutang untuk Membeli Saham
Jakarta, CNBC Indonesia - Miliuner Warren Buffet percaya kunci utama untuk menjadi investor yang sukses adalah dengan tidak meminjam uang untuk berinvestasi saham.

Pria yang sering dijuluki sebagai The Oracle of Omaha, yang artinya adalah investor hebat yang berasal dari Omaha, sebuah kota di bagian Nebraska, Amerika Serikat (AS), itu menjelaskan bahayanya berhutang dan dampaknya bagi investor, melalui surat tahunan untuk pemegang saham di perusahaan Berkshire Hathaway.


"Berkshire, juga, memberikan contoh nyata bagaimana ketidakpastian harga dalam jangka pendek dapat memengaruhi pertumbuhan jangka panjang nilai saham. Dalam 53 tahun terakhir, misalnya, perusahaan telah menumbuhkan nilai dengan menginvestasikan keuntungan dan membiarkan bunga majemuk bekerja sendiri. Dari tahun ke tahun kami semakin maju. Namun, saham Berkshire telah mengalami empat kali penurunan yang benar-benar besar," tulisnya.


Para investor membeberkan penurunan harga saham Berkshire Hathaway, yang turun sekitar 37%-59% berkali-kali dalam lima dekade terakhir.

"Tabel ini memaparkan argumen terkuat yang bisa saya kumpulkan sebagai alasan tidak menggunakan pinjaman untuk membeli saham. Tidak ada yang dapat memastikan seberapa banyak penurunan harga saham yang bisa terjadi dalam waktu singkat," tulisnya.

"Jika Anda hanya meminjam sedikit uang dan keadaan Anda tidak terdampak secara langsung akibat kejatuhan pasar, bisa jadi pikiran Anda yang akan terganggu karena berita laporan pergerakan saham yang menghawatirkan dan mencekam. Dan pikiran yang kacau tidak akan menghasilkan keputusan yang baik."

Dilansir dari CNBC International, Buffet memperkirakan dalam 53 tahun ke depan harga saham perusahaan akan turun lagi, tidak jauh dari penurunan terbesar yang pernah terjadi.

"Tidak ada yang bisa memastikan kapan hal tersebut akan terjadi. Pergerakannya bisa langsung mengubah lampu hijau menjadi lampu merah, tanpa sempat berhenti di lampu kuning," tulisnya. "Saat penurunan besar terjadi, bagaimanapun, keadaan buruk ini lebih menguntungkan bagi mereka yang tidak dibebani hutang."

Buffett mencetuskan ide bahwa obligasi merupakan instrumen investasi yang lebih aman sampai beberapa waktu ke depan.

Ia menyarankan investor terus berinvestasi di surat berharga ini untuk mencegah dampak negatif dari inflasi, dengan meningkatkan kepemilikan di instrumen investasi yang memberikan pendapatan tetap.

"Saya ingin mengakui bahwa dalam beberapa hari, minggu atau bahkan tahun yang akan datang, saham akan menjadi lebih berisiko - jauh lebih berisiko - daripada obligasi jangka pendek AS," tulisnya. "Namun, saat target waktu investasi investor semakin panjang, portofolio diversifikasi ekuitas AS malah semakin lebih rendah risikonya daripada obligasi, dengan asumsi bahwa saham dibeli dengan selisih harga yang masuk akal dibandingkan dengan suku bunga yang berlaku saat itu."


"Ini adalah kesalahan besar bagi investor yang berinvestasi di instrumen jangka panjang - di antaranya, dana pensiun, uang kuliah, dan orang-orang yang memilih membuka tabungan - yang mengukur risiko investasi mereka berdasarkan rasio portofolio obligasi mereka terhadap saham. Seringkali, obligasi bermutu tinggi merupakan portofolio investasi yang dapat meningkat risikonya." (prm)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading