Mau Mulai Bangun Startup? Perhitungkan 5 Biaya ini

Fintech - Rahajeng Kusumo Hastuti, CNBC Indonesia
16 March 2019 - 16:57
Mau Mulai Bangun Startup? Perhitungkan 5 Biaya ini
Jakarta, CNBC Indonesia - Tidak mudah membangun dan mengembangkan startup. Berdasarkan penelitian US Bank menyatakan gagalnya bisnis startup kebanyakan karena masalah arus kas. Tapi ada juga sejumlah pengusaha startup yang meremehkan uang yang mereka butuhkan untuk menutupi pengeluaran mereka.

Bahkan biasanya sepertiga dari startup baru gulung tikar dalam waktu dua tahun pertama, dan 50% yang bertahan, akan gulung tikar dalam lima tahun.

Founder dan CEO of Simple SEO Group Brendan M Egan mengatakan ada lima pengeluaran yang paling ditakuti pendiri startup.


1. Biaya Legal (hukum)
Pengusaha membutuhkan pengacara dan notaris untuk membantu sejumlah masalah hukum yang biasanya dihadapi. Contohnya, pembentukan dan penggabungan bisnis. Biaya legal juga dibutuhkan untuk melindungi hak kekayaan intelektual perusahaan untuk melakukan bisnis.

Pasalnya biaya pengacara maupun notaris tidak murah, meskipun mereka adalah aset untuk menghadapi hambatan hukum. Biaya hukum pun dapat bertambah dengan cepat dari waktu ke waktu, dan membuat pengusaha enggan.

Untuk menyiasatinya, pemilik startup bisa meneliti dokumen online sebagai langkah awal perencanaan hukum. Dengan menyelesaikan 90% dokumen secara online, maka pengacara bisa menyelesaikan sisanya.

2. Pajak
Selain masalah hukum, perpajakan pun biasanya menjadi hal yang ditakuti pengusaha. Jumlah pajak yang harus dibayarkan biasanya membuat pengusaha terkejut, karena tidak mudah. Jika belum mendapatan keuntungan besar, kemungkinan startup masih menanggung utang pajak.

Untuk itu, diperlukan kerja sama dengan akuntan dalam setahun penuh. Dengan begitu, dapat dipastikan Anda memanfaatkan semua pengurangan pajak yang tersedia untuk menurunkan tagihan pajak. Sebuah startup pun perlu memiliki strategi pajak yang sehat, dan memaksimalkan jumlah uang yang harus diinvestasikan kembali setiap tahunnya.

3. Bunga dan Pendanaan
Untuk memulai usaha, biasanya pinjaman menjadi pilihan untuk membiayai impian mereka. Namun seringkali pengusaha lupa memperhitungkan pembayaran bunga saat memutuskan mengambil pinjaman. Pasalnya pinjaman terlihat tepat dan mudah untuk menyuntikan uang tunai ke startup. Bahkan National Small Business Association di Amerika Serikat memperkirakan 69% usaha kecil menggunakan modal pinjaman atau jenis pembiayaan lain.

Pemilik startup harus mempertimbangkan tingkat bunga yang bervariasi, tergantung dari jenis pinjaman. Jangan sampai harus membayar bunga yang tidak terduga.

Pastikan membaca secara rinci sebelum berencana mengambil pinjaman.

4. Penyusutan
Untuk startup yang menyediakan produk dapat mengalami penyusutan yang mengejutkan. Dibutuhkan perhitungan sendiri untuk mencegah penyusutan, seperti menentukan produk mana yang lebih cepat susut.

Bahkan Survei National Retail Security Survey 2016 menyatakan biaya penyusutan perusahaan di AS menyusut sekitar US$ 45 miliar setiap tahunnya. Penyusutan dapat terjadi karena pencurian oleh konsumen, karyawan, dan kesalahan. Pemilik startup ritel perlu mempertimbangkan untuk memasang sistem keamanan memperkerjakan cukup banyak orang untuk mengawasi pelanggan dan melatih karyawan untuk mencari tanda pencurian. Selain itu bisnis e-commerce harus memiliki sistem audit yang tepat untuk mencegah kesalahan dan kehilangan produk.

5. Waktu
Seringkali pengusaha takut akan merusak bisnis mereka dengan tidak mengatur waktu mereka dengan bijak. Pengusaha harus berkomitmen meluncurkan startup harus siap bekerja berjam-jam dan menyisakan sedikit waktu untuk orang yang mereka cintai.

Tidak ada alasan bagi pendiri startup untuk takut berapa banyak waktu yang akan mereka habiskan untuk usaha mereka. Ada cara untuk menemukan keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi Anda, dan itu adalah manajemen waktu yang baik.

Nah bagi anda yang sedang membangun perusahaan startup, perlu untuk meningkatkan kemampuan melalui berbagai forum seperti Thinkubator. Ini merupakan program yang ditujukan untuk komunitas dan pelaku startup di Indonesia untuk mendapatkan bimbingan dan ilmu baru dari para praktisi startup dari berbagai bidang dalam suatu diskusi dan workshop.

Thinkubator memberikan kesempatan untuk para startup yang ingin melangkah lebih jauh dalam memajukan usaha dan membuat impian mereka menjadi nyata, membuka koneksi, mendapatkan bimbingan dari para ahli, serta menerima pendanaan untuk startup.

Para startup dari seluruh Indonesia bisa mendaftarkan diri serta mengunduh proposal ide mereka di www.thinkubator.detik.com pada 5-21 Maret 2019. Kemudian Akan ada proses seleksi online hingga 22 Maret 2019.

Sejumlah 150 startup yang terpilih berhak untuk mengikuti conference dan workshop bersama para expert di bidangnya pada 28 Maret 2019. Pada hari itu juga ada 6 peserta yang akan maju ke babak Final Live Pitch yang akan diperkenalkan kepada publik.

Para finalis akan berhadapan dengan juri yang akan menjadi investor mereka pada 29 Maret 2019 dan acara Live Pitch akan disiarkan langsung di Transmedia Group.

Segera daftarkan startup-mu di Thinkubator! Informasi pendaftarannya bisa dilihat di sini.

Mau Bisnis Startup? Perhitungkan 5 Biaya iniFoto: Thinkubator adalah ajang untuk mendapat bimbingan dan ilmu berharga dari ahli di bidangnya melalui Workshop. (Dok. Thinkubator.detik)


(dob/dob)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading