Sejarah Baru! Ijazah Wapres RI Dipajang di Kampus Ternama Dunia
Jakarta, CNBC Indonesia - Untuk pertama kalinya dalam sejarah, ijazah seorang Wakil Presiden (Wapres) RI dipajang di kampus ternama dunia. Penghormatan langka itu diberikan kepada sang Proklamator sekaligus Wapres pertama RI, Mohammad Hatta.
Salinan ijazah perguruan tinggi Hatta kini dipajang secara abadi di Erasmus University Rotterdam (EUR), Belanda. Kampus tersebut dahulu bernama Handels Hoogeschool (Sekolah Tinggi Ekonomi), tempat Hatta menempuh pendidikan ekonomi saat berada di Belanda.
Mengutip situs Erasmus, salinan ijazah Hatta beserta ringkasan biografinya terpajang di aula sebuah bangunan yang diberi nama Hatta Building di Kampus Woudestein, EUR. Gedung yang didirikan pada 2009 tersebut saat ini difungsikan sebagai asrama mahasiswa.
Menariknya, keberadaan bangunan yang menyimpan jejak sejarah Hatta itu sempat tidak banyak diketahui. Bahkan, pengunjung, staf museum, hingga mahasiswa di kampus tersebut tidak banyak yang mengetahui keberadaannya.
Pihak keluarga Bung Hatta sendiri baru memperoleh informasi resmi mengenai Hatta Building pada 2014 berkat bantuan alumnus EUR, Kwik Kian Gie.
Penghormatan tersebut menjadi menarik karena Hatta semasa hidupnya dikenal sebagai tokoh yang gigih menentang pemerintahan kolonial Belanda. Namun, setelah puluhan tahun berlalu, namanya justru diabadikan sebagai simbol kehormatan di salah satu universitas terkemuka di Eropa.
Penghormatan dari kampus Rotterdam tersebut tidak terlepas dari perjalanan akademis Hatta yang memang dimulai dari sana.
Ijazah asli Mohammad Hatta yang dipajang di Erasmus University Rotterdam di Belanda. (Dok. Indonesia Tanah Airku (1952) Foto: Ijazah asli Mohammad Hatta yang dipajang di Erasmus University Rotterdam di Belanda. (Dok. Indonesia Tanah Airku (1952) |
Pada 5 September 1921, Hatta tiba di Belanda untuk bersekolah di Handels Hoogeschool (Sekolah Tinggi Ekonomi). Menurut autobiografi berjudul Mohammad Hatta: Biografi Politik (1990), Hatta bersekolah di Belanda karena program dan fasilitas kelanjutan pendidikan yang ditempuh di Jakarta lebih tersedia di Rotterdam.
Keputusan tersebut membuat Hatta menempuh pendidikan yang tidak sesuai dengan keinginan orang tuanya. Saat itu, orang tuanya menginginkan Hatta melanjutkan sekolah ke Makkah dan Mesir.
Sebelum berangkat ke Belanda, pada 1919, Bung Hatta memang telah menyelesaikan pendidikan di Meer Uitgebreid Lager Onderwijs (MULO), sekolah setara SMP pada era kolonial di Padang. Setelah itu, ia melanjutkan pendidikan ke Batavia (Jakarta) di Prins Hendrik School (PHS).
PHS merupakan Sekolah Dagang Menengah dengan masa studi lima tahun. Pendidikan tersebut terdiri dari tiga tahun dasar High Burger School (HBS) dan dua tahun pendalaman di bagian perdagangan.
Sebagai tamatan MULO, Bung Hatta diterima langsung di kelas pertama bagian perdagangan PHS. Setelah menyelesaikan pendidikan di sekolah tersebut, perjalanan akademis Hatta berlanjut ke Belanda.
Pilihan untuk menimba ilmu ekonomi di Rotterdam kemudian menjadi bagian penting dalam perjalanan intelektual Hatta. Dari kota itulah ia mendapatkan pendidikan ekonomi yang kelak turut membentuk gagasan ekonominya.
Kini, jejak perjalanan akademis tersebut tidak hanya tersimpan dalam catatan sejarah. Salinan ijazah Hatta justru dipajang di kampus tempat ia dahulu menimba ilmu, sementara namanya diabadikan dalam sebuah gedung di lingkungan Erasmus University Rotterdam.
(mfa/wur)