Zulhas, AA Raffi & CT Tebar Kiat Sukses di Lampung Financial Festival

Tim Redaksi, CNBC Indonesia
Sabtu, 05/09/2026 17:00 WIB
Foto: Founder & Chairman CT Corp, Chairul Tanjung saat menyampaikan pemaparan dalam Lampung Financial Festival di Hotel Novotel, Bandar Lampung, Sabtu (5/9/2026). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Lampung Financial Festival 2026 tidak hanya menghadirkan berbagai tokoh penting di sektor keuangan, namun juga beberapa tokoh beken dengan rekam jejak panjang di dunia entrepreneur hingga politik. Mereka hadir untuk memberikan inspirasi dan kiat serta wejangan dalam mencapai kesuksesan.

Dalam sesi 1 on 1 di hari pertama Lampung Financial Festival 2026, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) berbagi pengalaman hidupnya. Sebagai anak yang berasal dari daerah, ia menekankan bahwa keberanian dan kerja keras menjadi salah satu mentalitas yang harus dimiliki orang yang mau sukses.

"Tidak ada kesuksesan itu tanpa proses, nggak ada. Enggak ada sulap tuh, enggak ada. Kayak kita mau kaya ikut judol (judi online) tuh enggak ada. Kaya tiba-tiba main kripto tuh, enggak ada, enggak ada. Semua mesti proses, semua mesti ditempa," kata Zulhas dalam Lampung Financial Festival 2026, Sabtu (5/9/2026).


Dia menganalogikan untuk mendapat pedang yang tajam, mesti ditempa dalam jangka waktu yang lama. Semakin bagus tempaannya, pedangnya akan semakin baik.

"Jadi semua proses. Oleh karena itu, sekali lagi saya mengatakan, semakin berat, semakin sulit ya enggak usah khawatir, itu akan membuat kamu semakin kuat. Maka rencanakan masa depanmu. Rencanakan," ujar Zulhas.

Setali tiga uang, pengusaha sukses yang akrab dengan julukan "Anak Singkong", Chairul Tanjung (CT), juga menekankan bahwa orang yang mau menjadi pengusaha sukses harus bekerja keras dan pantang menyerah.

"Kerja keras. Tuhan Maha Adil dan akan kasih lebih banyak pada yang bekerja lebih keras. Saya kerja dari jam 8 pagi sampai 2-3 subuh, pagi saya ke pabrik. Pagi-sore di kantor. Saya rutin lakukan itu 50 tahun, sekarang pun saya Masih kerja lebih dari 12 jam per hari di usia saya sekarang ini," ujarnya.

Namun demikian, seorang calon entrepreneur harus bisa melihat dan memanfaatkan dan menangkap peluang yang ada. CT juga mengisahkan, bagaimana dirinya menangkap peluang usaha foto kopi saat menempuh pendidikan di Universitas Indonesia.

"Kalau enggak lihat peluang harus bagaimana? Harus ciptakan peluang. Jadi ini hal yang penting kalau mau jadi pengusaha, camkan. Ini rumusan, kalau bisa diimplementasikan bisa mampu jadi pengusaha sukses," paparnya.

"Saat itu saya jadi satu-satunya mahasiswa Universitas Indonesia yang jadi pengusaha di dalam kampus," kenang CT lagi.

Terkait prinsip dalam berbisnis, dirinya juga menekankan, sebagai pengusaha harus bisa berusaha semaksimal mungkin, kendati hasil akhirnya tetap diserahkan kepada Tuhan YME.

Namun demikian, hal pertama yang harus dilakukan saat hendak mulai berusaha menurut CT adalah dengan niat baik.

"Segala sesuatu mulailah dengan niat baik. Jadi kalau mau mulai usaha harus mulai dengan niat baik, jangan mau usaha mau nipu, bohongin orang, enggak barokah," tandasnya.

Lain lagi dengan Raffi Ahmad, menurutnya, seseorang harus mau berubah apabila hendak menjadi lebih baik. Tentunya perubahan yang dimaksud adalah perubahan-perubahan yang positif yang bisa mendukung seseorang mencapai kesuksesan.

"Kalau tidak ada sesuatu yang tidak berubah pada diri kita berarti itu mungkin ada yang keliru dari diri kita. Zaman itu pasti berubah. Jadi kalau manusia yang tidak berubah itu berarti manusia itu kurang bisa beradaptasi. Berubah tentunya ke arah yang lebih baik. Jadi berubahlah menjadi lebih baik," tutur Raffi.

Selain itu, Founder RANS Entertainment itu juga menegaskan, bahwa seseorang yang hendak sukses harus berani mengambil kesempatan yang ada.

"Karena yang namanya bisnis tidak ada bukunya, dan jalannya enggak selalu mulus. Yang penting berani mencoba dulu, kalau sudah berani nanti bisa mencari pola. Kalau pun salah jangan merasa kalah, salah itu wajar tapi jangan merasa kalah," kata Raffi lagi.

Dalam kesempatan yang sama, sang istri, Nagita Slavina sekaligus CEO PT RANS Entertainment Indonesia Tbk, satu suara dengan Raffi Ahmad. Menurutnya, dalam memulai bisnis, harus memiliki keberanian untuk memulai dan melangkah maju.

Jika terlalu sibuk berhitung, biasanya ide-ide yang telah disusun tidak dapat direalisasikan karena tidak kunjung memulai.

"Banyak orang mau mulai usaha karena kebanyakan berpikir jadi dimulai aja dulu. Berhitung penting tapi kalau tidak dijalani, tidak akan mulai. Mulai saja dulu dengan perhitungan belajar dan cari kesempatan dengan benar. Biasanya ada jalannya," ungkapnya.

Adapun Lampung Financial Festival 2026 merupakan event yang dihelat Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) dalam upaya meningkatkan literasi keuangan di daerah Lampung.

"Ini bukan tiba-tiba. Ini adalah program tahunan. Kami mengadakan semacam financial festival setahun dua kali," ujar Ketua Dewan Komisioner LPS, Anggito Abimanyu dalam Press Conference Lampung Financial Festival 2026, di Novotel Bandar Lampung, Jumat (4/9/2026).

Menurut Anggito, survei menunjukkan tingkat pengetahuan masyarakat secara nasional mengenai adanya jaminan terhadap simpanan mencapai sekitar 62,5%. Artinya, sekitar enam dari 10 orang memahami bahwa dana yang disimpan di perbankan mendapatkan jaminan.

"Jadi enam dari 10 orang itu memahami bahwa uang yang disimpan itu dijamin. Lampung itu 58,5%, jadi Lampung itu di bawah rata-rata nasional," tukas Anggito. 


(bul/bul)