Kereta Ekspres Tabrak Kereta Mogok, Gerbong Remuk-335 Orang Tewas
Jakarta, CNBC Indonesia - Kereta Api (KA) ekspres yang sedang melaju kencang tiba-tiba menghantam kereta mogok yang berhenti di satu jalur sama. Benturan keras tak terhindarkan.
Sejumlah gerbong ringsek dan penumpang yang sedang tertidur terjebak di dalamnya. Total 335 orang tewas dan sekitar 500 lainnya terluka dalam kecelakaan yang terjadi pada 20 Agustus 1995 atau tepat hari ini 31 tahun lalu di Firozabad, Uttar Pradesh, India.
Saat itu, kereta Kalindi sedang dalam perjalanan dari Delhi menuju Kanpur. Di tengah perjalanan, kereta tersebut menabrak seekor ternak yang melintas di jalur.
Tabrakan membuat selang rem kereta terputus sehingga Kalindi tidak dapat melanjutkan perjalanan dan akhirnya berhenti mendadak. Masalahnya, kereta yang berhenti itu belum segera diketahui oleh kereta lain yang melaju di jalur yang sama.
Mengutip CNN International, di belakang Kalindi, kereta Ekspres Purushottam sedang menuju Delhi. Kereta ini kemudian mendapat sinyal untuk melaju, meski Kalindi masih berada di jalur yang sama.
Masinis Purushottam tidak mengetahui ada kereta yang berhenti di depannya. Ia kemudian melaju dengan kecepatan sekitar 100 kilometer per jam.
Pada sekitar pukul 02.55 dini hari, kereta tersebut akhirnya menghantam bagian belakang Kalindi. Benturan keras membuat sejumlah gerbong keluar dari rel dan beberapa bagian rangkaian kereta hancur.
Kecelakaan terjadi ketika sebagian besar penumpang sedang tertidur. Kedua kereta diperkirakan membawa sekitar 2.200 orang. Banyak korban langsung terjebak di dalam gerbong yang ringsek sehingga proses evakuasi berlangsung sulit.
"Saya terbangun ketika kepala saya membentur batang besi di sebelah tempat tidur saya. Kaki saya terasa sangat sakit. Karena gelap gulita, saya hanya bisa mendengar orang-orang berteriak. Butuh waktu setengah jam bagi saya untuk menemukan jalan keluar," kata seorang tentara yang menjadi korban selamat kepada The Independent, dikutip Kamis (20/8/2026).
Dalam penyelidikan, persoalan kemudian mengarah pada sistem persinyalan dan dugaan kesalahan manusia. Petugas wesel di stasiun diduga mengira kereta mogok berbeda jalur. Akibatnya, KA Ekspres Purushottam memperoleh izin untuk melaju meski Kalindi masih berada di jalur yang sama.
Selain itu, pemerintah juga mengungkap adanya kegagalan sistem persinyalan yang seharusnya bisa mencegah dua kereta di satu jalur yang sama. Kejadian yang menewaskan 335 orang tewas dan 500 lainnya terluka ini lantas ditetapkan sebagai kecelakaan kereta api paling mematikan dalam sejarah India.