CNBC Insight

Mantan Menteri RI Ini Listrik Rumahnya Diputus karena Tak Bisa Bayar

MFakhriansyah,  CNBC Indonesia
24 June 2026 11:11
Ilustrasi pemadaman listrik. (Chat GPT)
Foto: Ilustrasi pemadaman listrik. (Chat GPT)

Jakarta, CNBC Indonesia - Seorang mantan menteri Indonesia mengalami nasib yang sulit dipercaya. Rumahnya sempat diputus aliran listrik karena tak mampu membayar tagihan, meski sebelumnya dia memimpin kementerian yang mengerjakan berbagai proyek infrastruktur raksasa.

Mantan menteri tersebut adalah Sutami, Menteri Pekerjaan Umum (PU) era Orde Baru yang menjabat selama 14 tahun dalam delapan kabinet.

Kondisi itu terjadi setelah dia pensiun dari jabatan Menteri PU pada 29 Maret 1978. Meski bertahun-tahun mengawasi proyek bernilai besar, Sutami diketahui tidak memiliki rumah pribadi selama masih menjabat. Rumah baru dimilikinya setelah pensiun dan dibeli dengan cara mencicil.

Namun kehidupan ekonominya tetap jauh dari kata mewah. Dalam kesaksian yang dihimpun dalam buku Sutami Sosok Manusia Pembangunan Indonesia (1991), rumah yang masih dicicil tersebut pernah diputus aliran listriknya karena dia tidak mampu membayar tagihan.

Sutami memang dikenal sebagai pejabat yang memilih hidup sederhana. Selama menjadi menteri, dia menolak memanfaatkan jabatan untuk memperkaya diri. Di tengah banyaknya proyek pembangunan yang berada di bawah tanggung jawabnya, dia justru hidup apa adanya hingga mendapat julukan "Menteri Termiskin".

Staf Ahli Sutami, Hendropranoto, dalam buku Sutami Sosok Manusia Pembangunan Indonesia (1991), menceritakan bahwa sang menteri kerap berjalan kaki saat meninjau proyek, terutama di pedesaan dan daerah terpencil. Cara itu dipilih agar dia bisa melihat langsung kondisi pembangunan sekaligus memahami kebutuhan masyarakat.

Menurut Hendropranoto, Sutami menilai pembangunan infrastruktur di desa dan pelosok lebih penting bagi rakyat kecil dibanding hanya berorientasi pada kepentingan industri dan pengusaha.

Kesederhanaan itu terus melekat hingga masa pensiunnya. Saat kondisi kesehatannya memburuk akibat penyakit liver kronis, Sutami juga disebut enggan pergi ke rumah sakit karena khawatir tidak mampu membayar biaya pengobatan.

Kabar tersebut kemudian sampai ke Presiden Soeharto yang meminta agar Sutami mendapat perawatan tanpa perlu memikirkan biaya. Namun kesehatannya terus menurun hingga akhirnya meninggal dunia pada 13 November 1980.

Meski meninggal dalam keadaan sederhana, warisan pembangunan yang ditinggalkan Sutami masih berdiri hingga kini. Di bawah kepemimpinannya lahir sejumlah proyek besar seperti Tol Jagorawi, Jembatan Semanggi, Jembatan Ampera, dan berbagai infrastruktur lain yang menjadi penopang aktivitas masyarakat Indonesia.

(mfa) Add logo_svg as a preferred
source on Google
Next Article 'Raja Bajaj' Korupsi Uang Rp1,3 T, Sukses Kabur dari LP Cipinang


Most Popular
Features