CNBC Insight

Orang Ini Dulu Juragan Tanah di Pasar Rebo Sampai Cibubur

Entrepreneur - Petrik, CNBC Indonesia
11 April 2022 12:40
Tuan Tanah Kedawung

Jakarta, CNBC Indonesia - Kawasan Tanjung Oost  yang kini di sekitar wilayah Pasar Rebo adalah kini daerah ramai. Ketika masih sepi di zaman kolonial dulu, setidaknya selama lebih dari seabad, lahan partikelir itu dikuasai keluarga tuan tanah Belanda. Keluarga itu jelas keluarga terpandang di kalangan orang Belanda, bukan karena tanahnya yang luas tapi juga hubungan darah dengan salah satu pejabat penting Belanda.

Tjalling Ament (1801-1870), disebut De Locomotief (02-06-1930) menikah pada 16 Juli 1826 di Tandjong Oost dengan Dina Cornelia van Riemsdijk, cucu Gubernur Jenderal Jeremias van Riemsdijk.

Dina Cornelia meninggal di Batavia 21 November 1877 sebagai janda. Perkawinan Tjaling dengan Dina Cornelia melahirkan Daniel Cornelis Ament (1827-1903), Hendrikus Michiel Ament (1838-1911), Carel Willem Ament dan Jan Abraham Ament, yang pernah menjadi Asisten Residen di Mojokerto.


Daniel Cornelis Ament, disebut Het nieuws van den dag voor Nederlandsch-Indië (14-11-1935) terlibat bisnis gula di Cirebon. Di daerah itu, pada 11 Juli 1856, anak laki-lakinya yang bernama Edouard Corneille Collet Ament. Anaknya disekolahkan dengan baik di sekolah dasar berbahasa Belanda di Cirebon, Gymnasium Willem III di Salemba sebelum akhirnya belajar 2,5 tahun di sekolah dagang di Antwerpen.

Edouard Ament pernah magang di London. Sebelum akhirnya pulang ke Hindia Belanda. Daniel Ament mengatur anaknya bekerja di sebuah perkebunan di Ciluar, Sukabumi, milik Boutmy. Daniel dan keluarga lainnya lalu menetap di Batavia. Pada masa-masa Edouard di Sukabumi, Daniel menjadi tuan tanah di Cibubur dan Tanjung Oost..

Pada 1878, menempatkan Edouard sebagai pengelola tanah di Cibubur dan anak laki-laki Daniel yang lain, kakak Edouard, yang juga bernama Tjalling Ament juga sudah ditugasi mengelola lahan di Tanjung Oost. Tjaling Ament undur diri dari Tanjung Oost karena tertarik dengan bisnis gula dan memutuskan ke Cirebon. Sehingga pada 1883, Edouard Ament mengelola Cibubur dan Tanjung Oost sekalian. Sangat lama Edouard mengelola tanah luas keluarga Ament itu. Dia dikenal sebagai sosok yang keras.

Edouard Ament yang 50 tahun jadi tuan tanah di Cibubur dan Tanjung Oost itu pernah mendapat penghargaan dari pemerintah Belanda pada 1928 dengan anugerahi sebagai Perwira di Ordo Oranye-Nassau. Selama jadi tuan tanah di daerah itu, Edouard Ament selama 50 tahun tinggal di Cibubur.

Nama Ament muncul dalam Sejarah nasional Indonesia: Kemunculan penjajahan di Indonesia, ±1700-1900 (2008) yang disusun oleh Nugroho Notosusanto. Disebutkan pada 5 April 1916, ketika Entong Endut cs membubarkan pertunjukan tari topeng ke Vila Nova rumah Lady Rallinson pemilik Cililitan Besar, sorenya mobil Ament dilempari batu. Lalu sorenya rumah Ament yang dilempari batu.

Semasa hidupnya, Edouard Ament menikah dengan Mary Suermondt. Dari perkawinan itu  melahirkan empat orang anak. Satu perempuan dan tiga laki-laki. Anak sulung mereka dinamai seperti ayah Edouard, Daniel Cornelis Ament. Putra sulungnya ini sejak 1928 mengelola Cibubur dan Tanjung Oost.

TIM RISET CNBC INDONESIA

 


[Gambas:Video CNBC]

(pmt/pmt)
Terpopuler
    spinner loading
Artikel Terkait
Features
    spinner loading