CNBC Insight

Bukan Indomie, Mi Instan Pertama di RI Ternyata Supermi

Entrepreneur - Petrik M, CNBC Indonesia
25 January 2022 18:50
Cover Insight, Indomie

Jakarta, CNBC Indonesia - Saking populernya Indomie dan Supermi punya nasib yang kira-kira sama. Di beberapa daerah di Indonesia, Supermi juga menjadi kata ganti untuk menyebut mi instan, selain Indomie tentunya.

Supermi dianggap sebagai mi instan pertama di Indonesia. Mendahului Indomie dan Sarimi. Supermi pertama kali diproduksi PT Lima Satu Sankyu, yang beroperasi sejak 1968. Perusahaan itu awalnya beralamat di Toko Tiga nomor 51 Jakarta barat.

PT Lima Satu Sankyu, seperti disebut majalah Informasi volume 14 (1994:21), berdiri pada April 1968, sebagai perusahaan patungan antara Sjarif Adil Sagala dan Eka Widjaya Moeis dengan Sankyu Shokushin Kabushiki Kaisha dari Jepang. Saham Sjarif Adil Sagala awalnya besar di Supermi.


Kehadiran Supermi di Indonesia adalah menyusul kelahiran mi instan di Jepang sejak 1948. Setelah diciptakan oleh Momofuku Ando. Seorang pria Jepang kelahiran Taiwan yang kemudian mendirikan cikal-bakal Nissin Foods.

Sebelum penemuan mi instan oleh Ando, Sjarif Adil Sagala tahu bagaimana rasanya mi instan di Jepang. Sjarif, menurut buku Suka duka pelajar Indonesia di Jepang sekitar Perang Pasifik, 1942-1945 (1990:279) pernah sekolah di Jepang ketika bom atom Amerika dijatuhkan ke Hiroshima.

Sjarif sendiri terkena radiasinya di usianya yang masih muda itu. Sjarif yang bisa bermain biola itu kemudian pulang ke Indonesia dan akhirnya berbisnis. Setelah pulang, Sjarif tak bisa lepas dari Jepang. Dia kemudian berbisnis mie yang populer di Jepang setelah pulang ke Indonesia. 

"Pencipta Supermie, mengimpor tepung, karena belum ada pabrik tepung dalam negeri saat itu, dan mendapatkan bantuan teknis dari sebuah perusahaan Jepang," tulis Richard Borsuk dan Nancy Chng dalam Liem Sioe Liong dan Salim Group (2016:301).

Di awal sejarahnya, Supermi lalu dapat saingan dari Indomie dan Sarimi. Sejak awal Sarimi adalah jaringan bisnis dari Liem Sioe Liong dan Indomie mulanya tetap dipimpin Djajadi Djaja. Produsen Supermi jalan terus dan tetap memimpin pasar mi instan bersama Indomie. Supermi laris dan terus diiklankan di TV dengan bintang iklan Ira Maya Sofa.

Nama perusahaan penghasil Supermi, pada 1977, berganti menjadi PT Lima Satu Sankyu Indonesia. Setelah 1989, perusahaan masuk ke dalam Indofood Group.

Namanya lagi menjadi PT Lambang Insan Makmur dengan 100% saham dimiliki PT Indofood International Corporation, masih milik Liem Sioe Liong. Akhirnya Indomie, Supermi dan Sarimi yang bersaing di pasaran menjadi keluarga berkat Om Liem.

Mi instan memang tak menggantikan nasi sebagai makanan pokok, namun mie instan kerap menjadi kawan dari nasi dalam menu santapan orang Indonesia. Mi sebelum 1968an bukan makanan yang dimakan kebanyakan orang Indonesia.

Sjarif ikut berjasa dalam mempopulerkan mi ke rakyat Indonesia, lewat Supermi yang hingga hari ini masih eksis sebagai salah mi instan di Indonesia.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(pmt/pmt)
Terpopuler
    spinner loading
Artikel Terkait
Features
    spinner loading