Dilirik 82 Buyer, UMKM BRILIANPRENEUR Siap Masuk Pasar Global

Entrepreneur - Rahajeng Kusumo Hastuti, CNBC Indonesia
10 December 2020 12:52
Pembukaan UMKM Expo BRILIANPRENEUR 2020

Jakarta, CNBC Indonesia- PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) melalui UMKM EXPO(RT) BRILIANPRENEUR fokus membuat UMKM naik kelas dan dapat bersaing di pasar global terutama di tengah pandemi Covid-19 dan konstraksi ekonomi. Apalagi selama ini BRI juga sudah mendampingi perkembangan UMKM dari tahun ke tahun.

Direktur Utama BRI Sunarso mengatakan UMKM yang mengikuti BRILIANPRENEUR ini pun siap melakukan branding dan packaging produk dengan 82 calon pembeli dari luar negeri, seperti Amerika Serika, Uni ERopa, Timur Tengah, Jepang. Adapula showcase yang menampilkan 573 UMKM peserta yang dikemas menarik.

"Kemudian ada pasar online dengan marketplace seperti Blibli, Lazada, Shopee, yang bekerja sama dengan Indonesia Mall milik BRI. Kemudian akan diluncurkan BRI Pasar.id yang akan ada di pasar-pasar tradisional secara digital," kata Sunarso dalam Pembukaan UMKM EXPO(RT) BRILIANPRENEUR 2020 secara virtual, Kamis (10/12/2020).


Dia mengharapkan kedepannya, BRI dapat terus memfasilitasi UMKM untuk masuk ke pasar global dengan daya saing yang semakin tinggi. Sunarso mengungkapkan pihaknya telah melakukan pengembangan UMKM melalui berbagai program, salah satunya BRI Incubator untuk meningkatkan kapasitas dan kapabilits UMKM berkualitas ekspor. Selain itu, BRI pun telah menyalurkann kredit kepada 6,8 juta nasabah UMKM senilai Rp 754 triliun atau setara 80,5% dari total kreditnya.

"BRI juga telah menyalurkan stimulus pemerintah berupa penempatan deposito Rp 15 triliun, yang kami salurkan dalam bentuk kredit kepada UMKM hingga tiga kali lipat, dan diterima oleh 1,2 juta nasabah," ujar Sunarso.

Selain itu, BRI juga telah menyalurkan stimulus belanja pemerintah berupa subsidi bunga UMKM, yang telah diterima 6,6 juta usaha mikro, dan 844 ribu nasabah super mikro. Kemudian, untuk subsidi gaji senilai Rp 3,5 triliun telah diterima oleh 2,9 juta orang penerima.

Sementara untuk stimulus government guarantee, hingga 7 Desember 2020 BRI telah menyalurkan kredit senilai Rp 7,5 triliun. Kemudian BRI juga melakukan restrukturisasi kredit senilai Rp 213 triliun kepada 2,9 juta nasabahnya seusai dengan POJK 11/2020.

Sebelumnya, Sunarso mengatakan untuk membangkitkan UMKM strategi paling tepat adalah bisnis mengikuti stimulus pemerintah untuk menumbuhkan daya beli dan permintaan agar UMKM dapat masuk ke pasar tersebut. Dengan begitu produksi UMKM dapat tumbuh dan terserap di pasar karena sesuai dengan apa yang dibutuhkan.

"Tenaga kerja di UMKM akan terserap kalau produknya dikonsumsi, tidak terbatas konsumen domestik tetapi ekspor. Semakin banyak mengkonsumsi produk UMKM maka bisa meningkatkan kesejahteraan. BRI melakukan BRILIANPRENEUR UMKM Export 2020, agar UMKM kita tidak hanya produknya diserap pasar domestik tttapi juga pasar ekspor dan lebih banyak menyerap tenaga kerja sehingga bisa menjaga sustainibilty kesejahteraan masyarakat dari UMKM," jelas Sunarso belum lama ini.

Dia mengatakan pemerintah telah memberikan berbagai stimulus kepada dunia usaha termasuk UMKM untuk bangkit, dan ada tiga stimulus yang menurutnya paling efektif. Pertama, pemerintah menempatkan dana lembaga pembiayaan, Namun langkah ini masih belum dibutuhkan kembali karena justru sekarang perbankan tengah mengalami kelebihan likuiditas.

"Perbankan lagi kelebihan uang yang minta kredit yang kurang, karena buat apa mereka kredit kalau tidak ada yang beli barangnya," katanya.

Pembukaan UMKM Expo BRILIANPRENEUR 2020Foto: Pembukaan UMKM Expo BRILIANPRENEUR 2020

Stimulus kedua, yakni menumbuhkan daya beli masyarakat salah satunya melalui belanja negara. Selain itu bisa juga dengan memberikan subsidi pada UMKM atau memberikan bantuan sosial yang memacu masyarakat dapat membeli produk UMKM.

Ketiga, jaminan risiko yang diberikan pemerintah pada perbankan atau lembaga pembiayaan lainnya. Sunarso mengatakan hal ini penting karena bukan hanya permintaan kredit yang berkurang, kalau ada maka risikonya menjadi lebih tinggi dalam kondisi ini.

"Untuk itu pemerintah bisa memberikan jaminan agar kredit bisa disalurkan dan risikonya juga bisa diminimalkan," kata Sunarso.

Dia menilai yang paling dibutuhkan adalah belanja pemerintah dan jaminan, apalagi jika belanja yang dikeluarkan adalah untuk produk UMKM.


[Gambas:Video CNBC]

(dob/dob)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading