Pandemi COVID-19, Ini Tips Agar Roda Bisnis Tetap Berjalan

Entrepreneur - Yuni Astutik, CNBC Indonesia
13 April 2020 16:46
Tak Hanya Relaksasi, BRI Punya Banyak Program Bantu UMKM Terdampak COVID-19 (dok: BRI)
Jakarta, CNBC Indonesia - Sudah menjadi rahasia umum jika beberapa pemilik bisnis terpaksa harus menelan pil pahit di tengah wabah virus corona yang masih terus berlanjut hingga saat ini.

Tak hanya bisnis skala besar, bisnis skala kecil sebut saja UMKM hingga bisnis rumahan juga mengalami hal yang sama. Beberapa di antaranya bahkan sudah merumahkan karyawan dan bersiap gulung tikar. Meski berada di kondisi sulit, sejatinya ada beberapa kebutuhan yang harus tetap dipenuhi.


Perencana Keuangan, Safir Senduk mengatakan, ada wabah ataupun tidak, kebutuhan tetap jalan terus. Untuk itu, ada beberapa hal yang bisa dilakukan agar roda bisnis bisa terus berjalan.


"Misalnya untuk warung di pinggir jalan, bisa memanfaatkan data base alias kontak-kontak pelanggan yang dimiliki," ujarnya kepada CNBC Indonesia, Senin (13/4/2020).

Meskipun, lanjutnya, tak semua restoran atau bisnis skala kecil memberlakukan hal seperti ini. Menurutnya, kontak pelanggan bersifat penting, karena dengan kondisi seperti ini bisa menjadi cara untuk memasarkan produk tanpa bantuan aplikator seperti GrabFood dan GoFood.

"Kalau wabah ini sudah selesai, biasakan meminta nama atau nomor telepon pelanggan. Perusahaan kecil atau besar sama saja," terangnya.

Berikutnya, UMKM serta bisnis yang lain memang tak bisa tinggal diam. Meski bisnis tergerus, peluang mencari pelanggan baru akan terus ada. Misalnya, bagi pengusaha makanan bisa memanfaatkan dengan cara menjalin kerjasama dengan cluster atau komplek perumahan untuk tetap bisa menjalankan bisnis.

Tak hanya bisnis makanan, dia mencontohkan, sebuah bisnis barbershop alias jasa potong rambut misalnya. Bisa dengan cara menjemput bola dengan memanfaatkan data base yang ada. Di rumah saja menjadi salah satu peluang untuk bisnis ini. Asalkan, tetap memegang prinsip kehati-hatian seperti yang telah diwajibkan oleh pemerintah.

"Mindsetnya harus diubah, membuka bisnis baru," tegasnya.

Bagi pebisnis, ada beberapa hal yang mau tak mau harus dilakukan di tengah kondisi saat ini. Terutama bagi mereka yang sudah merasakan kesulitan keuangan dan agar tetap bisa bertahan.

"Kuncinya adalah mempertahankan arus kas selama mungkin. Caranya adalah stop pengeluaran yang sifatnya tidak dalam kategori darurat. Cara berikutnya adalah bisa dengan cara menjual aset atau investasi yang dimiliki. Dengan cara ini bisa menyimpan dana tunai sementara," terangnya.


Dia juga menambahkan, bagi pelaku usaha yang terpaksa menutup bisnisnya sampai batas waktu yang belum ditentukan, tak lantas berdiam diri. Ada beberapa hal yang harus dilakukan sebagai persiapan menyongsong ekonomi yang kembali bergeliat.

"Nomor satu adalah tetaplah promosi walau sedang tutup. Cara ini agar pelanggan tetap ingat," pungkasnya.
(dob/dob)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading