Berkat Game Free Fire, Pemuda Singapura Jadi Miliuner Dunia

Entrepreneur - Wangi Sinintya Mangkuto, CNBC Indonesia
03 March 2019 10:17
Berkat Game Free Fire, Pemuda Singapura Jadi Miliuner Dunia
Jakarta, CNBC Indonesia- Siapa yang tak kenal game Free Fire? Setiap harinya 40 juta orang login untuk bermain di game virtual yang dibangun oleh Forrest Li, warga Singapura yang kini masuk jajaran crazy rich dunia.

Lewat Sea Ltd, perusahaan yang lahirkan game Free Fire, Li mengumpulkan pundi-pundi kekayaannya. Dilansir dari Bloomberg, pengusaha berusia 41 tahun ini memiliki 13,8% dari Sea yang berbasis di Singapura, sebuah saham yang sekarang bervaluasi sekitar US$ 1 miliar (Rp 14 triliun) menurut Bloomberg Billionaires Index.




Saham layanan game terbesar di Asia Tenggara melonjak 35% pada Rabu (terbesar sejak IPO tahun 2017) setelah melaporkan peningkatan penjualan dan pertumbuhan yang kuat di unit e-commerce Shopee.

Free Fire memainkan peran besar, dengan lebih dari 350 juta pengguna terdaftar dari Brasil hingga Indonesia, ini adalah game keempat yang paling banyak diunduh di dunia di Apple dan Google app pada tahun 2018.

Meskipun kerugian bersih tahun lalu melebar menjadi US$ 961 juta, para investor bertaruh bahwa ekspansi mahal Sea ke dalam e-commerce akan melengkapi kekuatan permainannya dan menciptakan layanan-internet regional kelas berat dalam bagian pendukung Tencent Holdings Ltd.

Sea minggu ini memperkirakan pendapatan di 2019 bakal melonjak dua kali lipat dengan andalkan game Garena dan Shopee.


Berkat Game Free Fire, Pemuda Singapura Jadi Miliuner DuniaFoto: Infografis/Berkat Game Online Gamers Indonesia masuk daftar Orang Terkaya/Arie Pratama


Li, Forrest Gump, dan Pengusaha Game Terkaya Dunia

Li sebenarnya pemuda kelahiran China, namun memilih jadi warga negara Singapura. Saat ini ia bersaing dengan Tim Sweeney untuk jadi pengusaha game terkaya dunia. Sweeney sendiri tajir melintir berkat game Fortnite dan Battle Royale yang ia luncurkan.

Berkat Game Free Fire, Pemuda Singapura Jadi Miliuner DuniaFoto: Arina Yulistara

Tidak ada yang harus memberi saran untuk mengelola kekayaan mereka. Tencent adalah pemegang saham Epic Games Inc., pengembang Sea dan Fortnite, dan pendiri game titan China, Pony Ma, bernilai US$ 34,4 miliar, menurut peringkat kekayaan Bloomberg.

Lahir dan dibesarkan di kota pelabuhan Tianjin, Li kuliah di sebuah universitas di Shanghai pada masa remajanya, tiba di kota metropolitan yang penuh dengan kaum urban yang berbicara dengan dialek asing. Dia menghabiskan sebagian besar malam bermain game di kafe internet sampai subuh. Li mengadopsi nama Inggrisnya karena terinspirasi karakter Tom Hank yang memenangkan Oscar dari karakter fiksi Forrest Gump.

Setelah lulus, ia bekerja di Motorola Solutions Inc. dan Corning Inc. di China. Tetapi dia lihat tak ada masa depan hanya dengan jadi pegawai, kemudian ia mendaftar di program MBA stanford. Puncak titik balik pemilihan karirnya terjadi saat ia mendengar 'pidato' Steve Jobs di upacara kelulusan mantan pacarnya.

Dalam sebuah wawancara dengan Bloomberg pada 2016, Li mengatakan dia memutar ulang orasi itu setiap hari selama berbulan-bulan di YouTube sebelum memutuskan langkahnya. "Itu memberi saya keberanian untuk melakukan apa yang saya lakukan sekarang," katanya saat itu. Li mendirikan perusahaannya, yang saat itu hanya dikenal sebagai Garena, di Singapura pada 2009, dimulai sebagai layanan game online.

Sejak go public pada Oktober 2017, Sea telah berjuang mempertahankan pijakannya di tengah kerugian yang melebar. Perusahaan berinvestasi besar-besaran untuk memperluas dan melampaui permainan, juga ke e-commerce, di mana ia menghadapi persaingan yang mengakar dari orang-orang seperti Lazada, yang dimiliki oleh Alibaba Group Holding Ltd., serta sejumlah pemain lokal.

Sahamnya yang terdaftar di AS rata-rata diperdagangkan US$ 13 di tahun 2018, di bawah harga IPO senilai US$ 15.

Intip video bermain game bisa jadi ladang penghasilan di bawah ini:
[Gambas:Video CNBC] (gus)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading