Manusia Rp 3.000 Triliun Mengaku Selingkuh dengan Mata-Mata China
Jakarta, CNBC Indonesia - Pendiri sekaligus pimpinan perusahaan pembuat chip AI terbesar dunia, Nvidia, mengakui perselingkuhannya dengan seorang perempuan yang diduga sebagai mata-mata China. Dewan direksi kini membuka penyelidikan independen, sedangkan pihak intelijen Amerika Serikat menyatakan kekhawatiran bahwa informasi sensitif telah disalurkan ke Beijing
CNBC International melaporkan bahwa Jensen Huang, salah satu orang terkaya dunia dengan harta mencapai US$ 162 miliar (nyaris Rp 3.000 triliun), mengirimkan surat elektronik kepada seluruh karyawan Nvidia pada hari Minggu, 8 November 2026. Salah satu isinya adalah pengakuan bahwa ia memiliki hubungan romantis dengan perempuan yang bukan istrinya.
"Saya tidak setia kepada istri saya. Tindakan saya menyakiti dia dan anak-anak kami. Tidak ada alasan yang dapat membenarkan apa yang saya lakukan," tulis Huang. "Saya sangat menyesal."
Perempuan yang terlibat dengannya bernama Alice Huang, eksekutif di perusahaan data center bernama Megaspeed. Pihak intelijen AS menduga ia telah menyerahkan informasi kepada pemerintah China.
Megaspeed diketahui merupakan salah satu pelanggan Nvidia yang dituduh membantu perusahaan-perusahaan China mendapatkan chip kecerdasan buatan canggih buatan Nvidia. Perusahaan ini diduga menyalurkan produk yang dilarang masuk ke China melalui jalur tidak resmi.
Nvidia sendiri sebelumnya telah menyatakan bahwa Megaspeed sudah diperiksa terkait pelanggaran aturan ekspor. Kini keterkaitan pribadi pimpinan tertinggi perusahaan dengan tokoh tersebut menimbulkan kekhawatiran baru.
Dewan direksi Nvidia menyatakan telah membuka penyelidikan mandiri atas dugaan tersebut.
"Saat ini dewan tidak memiliki alasan untuk meyakini bahwa keamanan nasional maupun rahasia perusahaan telah bocor," bunyi pernyataan resmi. Namun seluruh keterangan yang tersedia akan diteliti secara menyeluruh.
Juru bicara perusahaan menegaskan bahwa Jensen Huang tetap menjabat sebagai CEO tanpa gangguan.
Ketua tiga komite di DPR Amerika Serikat telah mengirimkan surat kepada Huang memintanya hadir dalam pertemuan tertutup pada 18 November mendatang untuk menjelaskan persoalan ini. Hal ini terjadi saat ketegangan antara Amerika Serikat dan China terkait perdagangan chip kecerdasan buatan berada di titik tertinggi.
Huang sendiri diketahui sebelumnya mendorong agar ekspor chip Nvidia ke China diperluas, dengan alasan bahwa dunia akan lebih baik jika menggunakan teknologi buatan Amerika.
(dem/dem) [Gambas:Video CNBC]