DataOn HR Conference 2026 Ungkap Peran AI dalam Memperkuat SDM

dpu,  CNBC Indonesia
07 November 2026 19:17
Chief Operating Officer DataOn, Yus Wadi
Foto: dok Istimewa

Jakarta, CNBC Indonesia - DataOn 16th Annual HR Conference 2026 mempertemukan ribuan pemimpin bisnis dan profesional HR pada 5 November 2026 di Sheraton Grand Jakarta Gandaria City Hotel, Jakarta Selatan. Mengusung tema "Accelerating Workforce Performance with Human-Centered AI," konferensi ini membahas penerapan kecerdasan buatan (AI) untuk meningkatkan kinerja SDM dengan tetap menempatkan manusia sebagai pusat transformasi.

Melalui rangkaian sesi inspiratif, presentasi para pakar, dan aktivitas interaktif, DataOn menghadirkan berbagai perspektif mengenai penerapan AI yang didukung kesiapan SDM, strategi investasi yang terukur, serta tata kelola yang bertanggung jawab agar teknologi dapat meningkatkan produktivitas dan memberikan nilai nyata bagi bisnis.

Dalam pidato pembuka bertajuk "Optimizing Workforce Productivity within Strategic Budgets," Chief Operating Officer DataOn, Yus Wadi menyoroti pentingnya mengelola investasi AI secara terukur dengan mempertimbangkan produktivitas karyawan, efisiensi anggaran, dan tata kelola data.

Ia menekankan perlunya mengevaluasi biaya perangkat lunak, menghindari langganan yang tumpang tindih, serta memastikan setiap investasi AI memberikan nilai nyata bagi operasional bisnis.

Konferensi tahun ini menghadirkan para pemimpin dan praktisi industri yang membagikan perspektif mengenai pemanfaatan AI, transformasi digital HR, kesiapan organisasi, serta pengembangan potensi manusia untuk menghadapi perubahan dunia kerja.

Sementara Chief Executive Officer DataOn, Gordon Enns, membuka rangkaian keynote melalui sesi "The Next Gear for HR: Simplifying and Accelerating Workforce Decisions." Ia menekankan bahwa nilai AI tidak hanya terletak pada otomatisasi, tetapi juga pada kemampuannya menyederhanakan proses kerja, mengantisipasi kebutuhan SDM, dan mempercepat pengambilan keputusan berbasis data.

Melalui pendekatan Human-Centered AI, teknologi membantu menyediakan informasi dan rekomendasi yang relevan, sementara manusia tetap memegang kendali dan tanggung jawab atas keputusan.

Dalam sesi "Smarter Every Day: AI That Meets You Where You Work," Head of Product Development DataOn, Abdi Wirawan dan Head of DevSecOps DataOn, Ronald Mustika Putra, memperkenalkan empat inovasi SunFish HR, yaitu Smart Scheduler, SunFish MCP Gateway, Page Builder, dan SunFish Intelligence.

Inovasi ini dirancang untuk menyederhanakan pekerjaan HR sehari-hari melalui perencanaan tenaga kerja berbasis AI, akses informasi yang lebih cepat, konfigurasi sistem yang fleksibel, serta integrasi AI yang aman untuk mendukung efisiensi dan produktivitas organisasi.

Keduanya juga memperkenalkan SOFIA (SunFish Operations and Functional Intelligence Assistance), asisten AI dalam SunFish HR yang memudahkan akses informasi dan panduan kerja.

Perspektif penerapan teknologi dalam operasional bisnis turut disampaikan oleh sejumlah praktisi industri yang membagikan pengalaman transformasi digital, pengelolaan tenaga kerja, dan penguatan budaya organisasi.

Di sisi lain, Head of Human Capital PT Carsurin Tbk, Suhaila Daud membagikan pengalaman transformasi digital dalam mengelola lebih dari 2.000 karyawan di berbagai lokasi di Indonesia. Ia menekankan bahwa keberhasilan digitalisasi HR harus dimulai dari pemahaman kebutuhan bisnis, penyederhanaan proses kerja, serta komitmen manajemen dan kesiapan karyawan. Melalui sistem terintegrasi SunFish HR, Carsurin meningkatkan visibilitas tenaga kerja, konsistensi operasional, dan pengambilan keputusan berbasis data.

Selanjutnya, Regional Implementation Director DataOn, Yance Ongkosari bersama Vice President of Payroll Services DataOn, Wioko Wisnu Prabowo membahas tantangan ekspansi bisnis lintas negara, khususnya dalam menjaga konsistensi pengelolaan HR, kepatuhan terhadap regulasi lokal, dan akurasi payroll.

Melalui SunFish HR dan layanan Payroll Outsourcing DataOn, perusahaan dapat menyederhanakan operasional HR lintas wilayah sekaligus mendukung pertumbuhan bisnis yang lebih efisien.

Sementara itu, Chief People Officer PT Tujuh Duapuluh Empat Duapuluh Lima (EIGER Group), Hendra Lim membagikan pendekatan transformasi budaya organisasi melalui penguatan nilai perusahaan, kepemimpinan, dan sistem manajemen yang didukung teknologi. Melalui SunFish HR, perusahaan mengintegrasikan 360-degree assessment dan Individual Development Plan (IDP) untuk mendukung pengembangan karyawan serta penerapan nilai budaya dalam aktivitas kerja sehari-hari.

Selain transformasi operasional dan budaya, konferensi ini turut mengangkat pentingnya kesiapan organisasi dan pengembangan kapabilitas manusia sebagai fondasi pertumbuhan bisnis di era AI.

Corporate HC Development (CoE & Strategy) Paramount Enterprise, Alvin Tanthio menekankan bahwa kesiapan ekspansi bisnis tidak hanya bergantung pada strategi pertumbuhan, tetapi juga pada keselarasan struktur organisasi, kompetensi SDM, dan proses operasional. Ia turut menyoroti pentingnya pemanfaatan teknologi untuk mendukung keputusan berbasis data, dengan tetap mengedepankan empati dan kolaborasi lintas fungsi.

Melengkapi perspektif tersebut, Chairman of Advisor Board HRBTI Association, Dr. Priyantono Rudito, menekankan pentingnya pendekatan Human-Centered AI yang memperkuat kemampuan manusia, bukan menggantikannya.

Penerapan AI perlu tetap menjaga otonomi pengambilan keputusan, mendorong pengembangan kompetensi, serta menerapkan tata kelola yang etis untuk mendukung kesejahteraan karyawan dan pertumbuhan berkelanjutan.

Selain sesi keynote, konferensi ini juga menghadirkan diskusi panel bertajuk "Bridging the Benefits Gap: The HR Playbook for Smarter Spending and Meaningful Care," bersama James Coker, Health and Benefit Specialist Willis Tower Watson (WTW) Asia Pacific dan Danu Wicaksana, CEO Good Doctor.

(dpu/dpu) [Gambas:Video CNBC]
Next Article AI Ini Bikin Heboh, Bikin Laporan Palsu Pembunuhan ke Polisi


Most Popular
Features