Petaka Kulkas Rusak di Pangkalan Militer AS, Pentagon Turun Tangan
Jakarta, CNBC Indonesia - Departemen Pertahanan Amerika Serikat (Pentagon) menginvestigasi serangkaian kerusakan misterius pada lemari pembeku (freezer) yang membusukkan pasokan makanan di basis-basis militer AS. Otoritas setempat mencurigai insiden ini sebagai aksi peretasan siber.
Laporan Reuters mengungkapkan penyidik militer AS kini tengah berkoordinasi dengan otoritas Prancis. Langkah ini diambil setelah peretasan serupa menghantam sistem pendingin komersial di ratusan supermarket Prancis dan memicu kekacauan pasokan logistik awal bulan ini.
Divisi Penyidikan Kriminal Angkatan Darat AS mengonfirmasi keterlibatan Kantor Lapangan Siber mereka dalam mengusut kasus ini bersama penegak hukum Prancis untuk mendalami "pemadaman mesin pendingin" yang terjadi di Eropa.
"Satu unit dari Komando Siber (Cyber Command) bekerja dalam koordinasi erat dengan mitra lintas lembaga dan penegak hukum," tulis pernyataan resmi Pentagon.
Insiden yang terjadi pada akhir Agustus lalu sedikitnya menghantam enam toko dalam basis militer tempat personel membeli bahan makanan. Alih-alih sekadar mati listrik, sistem kontrol pada freezer disusupi dan suhunya dinaikkan secara drastis dalam semalam hingga membuat ribuan bahan makanan membusuk dan meleleh.
Salah satu pangkalan yang terdampak, Fort Huachuca di Arizona, mengonfirmasi bahwa unit pendingin mereka mendadak masuk ke mode defrost otomatis yang memanaskan seluruh ruang penyimpanan.
Teror 'Freezer' di Prancis
Di Prancis, modus serangan siber ini berdampak jauh lebih masif. Peretas mengambil alih kendali suhu di lebih dari 350 gerai supermarket, memaksa pengelola membuang ribuan ton makanan beku yang membusuk.
Bahkan, beberapa mesin pendingin di Prancis suhunya dinaikkan begitu ekstrem hingga memicu korsleting dan kebakaran. Total kerugian akibat sabotase digital ini diperkirakan menembus puluhan juta euro.
Para pakar keamanan siber menilai peretasan sistem pendingin relatif mudah dilancarkan karena banyaknya perangkat pengontrol (controller) industri usang yang tidak lagi mendapatkan pembaruan sistem keamanan (firmware). Kerentanan ini makin parah ketika perangkat yang dulunya terisolasi kini justru terhubung ke jaringan internet tanpa proteksi memadai.
Ancaman Baru Rantai Pasok Pangan
Sabotase fasilitas penyimpanan dingin (cold storage) berbasis internet kini menjadi ancaman nyata yang menakutkan bagi rantai pasok global. Kerusakan pada sistem pendingin akibat ulah peretas dinilai sama bahayanya dengan kerusakan fisik pada infrastruktur listrik maupun air bersih.
Kasus peretasan freezer sejatinya bukan hal baru. Pada 2022 lalu, peretas sempat menargetkan sistem pendingin supermarket di Rusia dan Israel. Sementara pada 2024, sebuah kelompok peretas internasional melumpuhkan fasilitas pemrosesan daging di AS dan merusak lebih dari 1 ton pasokan daging segar.
Aksi sabotase siber pada fasilitas penyimpanan dingin ini membuktikan betapa rentannya rantai pasok pangan global jika tak dibentengi sistem keamanan digital yang tangguh.
(fab/fab) [Gambas:Video CNBC]