Harga Laptop Baru Apple Tembus Rp 250 Juta, Ini Alasan Super Mahal
Jakarta, CNBC Indonesia - Apple resmi meluncurkan MacBook Pro generasi terbaru, yang untuk pertama kalinya dalam sejarah dilengkapi layar sentuh. Langkah ini menandai perubahan terbesar pada jajaran laptop andalan perusahaan dalam hampir satu dekade, sekaligus mendorong harga perangkat profesional ini ke tingkat yang belum pernah tercapai sebelumnya. Varian paling lengkap dan tertinggi spesifikasinya dibanderol hingga US$ 14.549 atau sekitar Rp 254,6 juta.
Perubahan paling mencolok terletak pada tampilan utama. MacBook Pro kini menggunakan layar PROLED XDR dengan teknologi sentuh terintegrasi langsung ke permukaannya, sehingga pengguna dapat mengusap, mencubit, memperbesar, serta menyeret elemen langsung dari layar dengan respons yang sangat cepat dan tanpa keterlambatan.
Poni yang telah menjadi ciri khas digantikan oleh Dynamic Island yang menampilkan informasi secara dinamis, sedangkan bezel yang lebih tipis memberi ruang tampilan yang lebih luas. Di bagian belakang penutup, logo Apple yang bercahaya kembali hadir setelah sempat dihilangkan pada edisi-edisi sebelumnya.
Di balik layar, perangkat ini ditenagai oleh chip Apple M5 Pro atau M5 Max sesuai pilihan, dengan kemampuan memori yang dapat ditingkatkan hingga 128 GB dan penyimpanan mencapai 16 TB untuk pertama kalinya pada lini MacBook.
Sistem audio diperbarui dengan enam pengeras suara yang diklaim menghasilkan kedalaman bass hingga 50 persen lebih dalam dibandingkan generasi sebelumnya, dan baterai dirancang untuk bertahan hingga 24 jam pemutaran video. Ketebalan bodi sedikit dikurangi dan bobotnya menjadi lebih ringan, sedangkan engsel diperkuat agar tetap kokoh saat disentuh maupun ditekan. Port yang tersedia mencakup tiga unit Thunderbolt 5, HDMI 2.1, slot kartu memori, serta konektor pengisian daya MagSafe.
Keunikan tambahan yang bisa menggugah kenangan pengguna Apple adalah lambang Apple di bodi laptop yang bersinar saat laptop menyala.
Harga dasar untuk model 14 inci dimulai dari US$ 2.899 atau sekitar Rp 50,7 juta, sedangkan model 16 inci dimulai dari US$ 3.099 atau sekitar Rp 54,2 juta. Setiap peningkatan spesifikasi menambah biaya secara signifikan.
Jika semua opsi ditingkatkan ke tingkat tertinggi, harganya melonjak hingga US$ 14.549, atau hampir Rp 77 juta lebih mahal dibandingkan varian termahal edisi sebelumnya. Kelangkaan komponen memori serta kebutuhan perangkat keras untuk mendukung AI disebut menjadi salah satu pendorong kenaikan harga ini.
Contohnya, meningkatkan kapasitas penyimpanan menjadi 4TB berarti menambah US$ 1.000, 8 TB lebih mahal US$ 3.000, dan US$ 7.000 untuk 16 TB.
Untuk meningkatkan kapasitas RAM ke 128 GB, pembeli harus menambahkan US$ 2.000. Adapun, tambahan layar kaca nano-tekstur membutuhkan biaya US$ 150.
Sebagai perbandingan, harga versi paling mahal dari MacBook Pro 16 inci hanya sekitar US$ 10.149 (Rp 183 juta).
(dem/dem) [Gambas:Video CNBC]