Daftar Negara Paling Narsis Dunia Diungkap Riset, Hasilnya Tak Terduga
Jakarta, CNBC Indonesia - Sebuah penelitian besar melibatkan lebih dari 45.000 orang di 53 negara mengungkap peta sifat narsisme di seluruh dunia. Salah satu hasil penelitian menggambarkan negara paling "narsis" di dunia.
Peneliti dari Universitas Michigan, Amerika Serikat, mengukur sifat narsisme menggunakan kuesioner yang teruji secara ilmiah.
Narsisme adalah tipe kepribadian yang menunjukkan rasa ingin dikagumi secara berlebihan atau fokus yang tersita penuh kepada diri sendiri, disertai perilaku yang suka melebih-lebihkan diri. Sifat narsisme muncul dalam tiap kepribadian dalam ukuran yang berbeda.
"Normal bagi tiap orang untuk memiliki rasa percaya diri yang sehat, menerima kelebihan dan keterbatasan sambil menjaga citra masing-masing. Normal dan sehat bagi individu untuk mencari cara yang realistis untuk meningkatkan konsep diri dan rasa positif atas diri sendiri," kata Asosiasi Psikologi Kanada seperti dikutip dari IFL Science.
Kadar narsisme yang sudah dinilai tidak sehat secara mental sering disebut sebagai NPD, kependekan dari narcissistic personality disorder.
"Narsisme klinis, merefleksikan strategi yang tidak sehat untuk menghadapi kekecewaan atau ancaman terhadap citra diri yang positif. Kesulitan yang terus menerus di area ini yang biasanya didiagnosis sebagai NPD."
Tim peneliti dari Universitas Michigan ingin memetakan kecenderungan narsisme secara geografis, budaya, gender, hingga kekayaan. Mereka ingin menguji persepsi publik soal narsisme.
Contohnya, salah satu persepsi mengaitkan narsisme lebih banyak terjadi di negara kaya. Lainnya, mengaitkan narsisme dengan kelangkaan sumber daya.
Lewat penelitian, tim dari University of Michigan menemukan negara dengan tingkat narsisme terbesar yaitu:
- Jerman
- Irak
- China
- Nepal
- Korea Selatan
Adapun negara yang paling tidak "narsis" adalah:
- Serbia
- Irlandia
- Inggris Raya
- Belanda
- Denmark
Sayangnya, Indonesia tidak termasuk dalam 53 negara yang menjadi objek penelitian. Oleh karena itu, posisi Indonesia dalam daftar negara paling "narsis" di dunia belum diketahui.
Temuan ini mematahkan anggapan umum bahwa sifat narsisme hanya tumbuh di masyarakat yang mengutamakan kepentingan pribadi. Justru negara-negara yang dikenal mengutamakan kebersamaan dan kepentingan kelompok juga memiliki skor narsisme yang tinggi.
"Secara tradisional, budaya kolektif dianggap menekankan keharmonisan kelompok di atas pencapaian pribadi. Namun temuan kami menunjukkan budaya seperti itu juga dapat menumbuhkan sifat narsisme, meskipun dengan cara yang berbeda," tulis tim peneliti.
Di negara kolektif, menonjolkan diri justru dipandang sebagai cara memajukan kelompok, dan percaya diri membantu seseorang menempati posisi yang lebih tinggi dalam struktur sosial yang bertingkat-tingkat.
Penelitian ini juga mengonfirmasi pola yang konsisten di seluruh dunia:
- Laki-laki memiliki skor narsisme lebih tinggi dibanding perempuan di hampir semua negara
- Orang muda lebih menonjolkan sifat ini dibandingkan orang yang lebih tua
- Negara berpendapatan lebih tinggi cenderung memiliki skor narsisme yang lebih tinggi
"Menjadi muda hampir di mana pun berarti fokus pada diri sendiri dan merasa lebih baik dari yang sebenarnya. Namun kehidupan mengajarkan kerendahan hati, dan tampaknya hal itu berlaku di semua budaya," ujar William Chopik, salah satu peneliti.