Komputer Tak Laku di Mana-Mana, Pedagang Merana Jualan Laptop Susah

Redaksi,  CNBC Indonesia
26 October 2026 15:20
Sejumlah pengunjung mereparasi laptop pribadinya di sebuah toko yang berada dalam Harco Mangga Dua, Jakarta Utara, Selasa (11/11/2025). (CNBC Indonesia/Chandra Dwi Pranata)
Foto: Sejumlah pengunjung mereparasi laptop pribadinya di sebuah toko yang berada dalam Harco Mangga Dua, Jakarta Utara, Selasa (11/11/2025). (CNBC Indonesia/Chandra Dwi Pranata)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pasar Komputer Pribadi (PC) global dihantam badai besar. Riset terbaru Counterpoint Research mengungkapkan pengiriman PC secara global anjlok parah hingga 21% secara tahunan (Year-on-Year/YoY) pada kuartal III (Q3) 2026, menjadi hanya 57 juta unit.

Secara kuartalan (Quarter-on-Quarter/QoQ), volume pengiriman PC juga terseret jatuh 13,8%. Kejatuhan pasar komputer ini dipicu melambungnya biaya komponen utama seperti memori, yang memaksa produsen menaikkan harga jual hingga membanting daya beli konsumen.

Di sektor konsumen, permintaan PC benar-benar mati suri. Kenaikan harga unit yang signifikan membuat konsumen makin enggan memperbarui perangkat lama mereka. Meski segmen komersial/korporasi sempat menahan kejatuhan berkat peremajaan perangkat dan migrasi ke sistem operasi Windows terbaru, dampaknya tak cukup kuat untuk menyelamatkan pasar PC global dari jurang kontraksi.

Kejatuhan drastis di Q3 2026 ini makin diperparah efek high base effect. Sebagai perbandingan, pada Q3 2025 lalu, pasar PC sempat melonjak akibat aksi borong menjelang berhentinya dukungan Windows 10 serta penyesuaian inventaris akibat bea masuk. Tinggi pembanding tahun lalu membuat angka kejatuhan di Q3 2026 terlihat makin parah.

Raksasa PC Bertumbangan, HP Terperosok Paling Dalam

Anjloknya pasar PC menyeret hampir seluruh raksasa teknologi dunia. Laporan Counterpoint mencatat jurang kinerja yang makin lebar antara merek-merek utama, sebagai berikut:

  • Lenovo: Masih memimpin pasar dengan pengiriman 15 juta unit dan menguasai market share 26,3%. Meski begitu, raksasa asal China ini tak luput dari hantaman, dengan penurunan pengiriman mencapai 23% YoY.

  • HP: Mencatatkan penurunan paling tragis di antara lima besar vendor dunia. Pengiriman HP ambrol hingga 31% YoY menjadi hanya 10,3 juta unit (pangsa pasar 18,1%).

  • Dell: Berada di posisi ketiga dengan pengiriman 7,6 juta unit, terlempar turun 25% YoY (pangsa pasar 13,3%). Penurunan tajam Dell menjadi bukti kuat bahwa segmen bisnis/korporasi yang selama ini tangguh pun gagal menyelamatkan produsen dari kejatuhan pasar.

  • Apple: Menunjukkan ketahanan lebih baik meski tetap terkoreksi 11% YoY menjadi 5,6 juta unit. Berkat meluncurnya MacBook Neo, Apple berhasil mengamankan pangsa pasar hingga 9,8% (naik dari 8,7% di periode tahun lalu) dan tampil lebih baik dibanding rata-rata industri.

  • ASUS: Menjadi vendor paling tangguh di tengah krisis. Pengiriman ASUS hanya turun 7% YoY (bahkan melesat 19,4% QoQ) menjadi 5,2 juta unit, sekaligus mendongkrak pangsa pasarnya menjadi 9,2%.

Pengiriman laptop global Q3 2026. (Dok. Counterpoint)Pengiriman laptop global Q3 2026. (Dok. Counterpoint) Foto: (Dok. Counterpoint)

Kelima vendor raksasa ini menguasai 76,7% dari total pasar PC dunia. Sementara merek-merek PC lainnya mencatatkan penurunan akumulatif hingga 16% YoY dengan total pengiriman 13,3 juta unit.

Bencana Belum Berakhir, Q4 Diproyeksi Makin Anjlok

Kenaikan biaya memori dan komponen tidak hanya merusak daya beli, tetapi juga memaksa vendor memprioritaskan lini produk mahal yang bisa menyerap inflasi komponen. Dampaknya, opsi PC murah di pasaran makin langka, membuat masyarakat kelas menengah ke bawah makin tak terjangkau untuk membeli komputer baru.

Analis Senior Counterpoint, Minsoo Kang, menegaskan bahwa industri PC global sedang berada di bawah tekanan ekstrem. "Kenaikan harga sistem memaksa konsumen menunda pembeli PC baru. Vendor pemimpin pasar pun kini harus berdarah-darah untuk sekadar mempertahankan momentum pengiriman," tegasnya, dikutip dari laman resmi Counterpoint, Senin (26/10/2026).

Nasib murung industri komputer diperkirakan masih panjang. Counterpoint memproyeksikan pengiriman PC global pada Q4 2026 akan anjlok lebih dalam hingga 27% YoY.

Proyeksi peningkatan harga memori PC 2025-2027. (Dok. Counterpoint)Proyeksi peningkatan harga memori PC 2025-2027. (Dok. Counterpoint) Foto: Proyeksi peningkatan harga memori PC 2025-2027. (Dok. Counterpoint)

Sementara itu, untuk keseluruhan tahun 2027, pasar diperkirakan hanya akan bergerak stagnan tanpa ada lonjakan berarti.

Associate Director Counterpoint, David Naranjo, memperingatkan bahwa industri komputer sedang memasuki penyesuaian struktural yang berat.

"Dengan pengiriman global yang diproyeksikan anjlok 27% pada Q4 2026 dan stagnan pada 2027, fase pemulihan (recovery) masih sangat jauh dari kenyataan," pungkas David.

(fab/fab) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Komputer Tak Laku, Pedagang Merana Jualan Laptop Anjlok Parah


Most Popular
Features