Ahli Siber RI Warning Bahaya Besar Ancam Website Pemerintah
Jakarta, CNBC Indonesia - Ditemukan dua celah keamanan yang dikenal dengan nama PHP2Shell. Kerentanan ini memungkinkan peretas mengambil alih server dari jarak jauh dan mengakses data sensitif.
Pakar keamanan siber Alfons Tanujaya menilai kerentanan tersebut tidak sampai memicu krisis internet. Namun, celah ini tetap berbahaya karena membuka peluang bagi penyerang untuk menjalankan kode berbahaya dan mengendalikan server tanpa perlu mengakses sistem secara sah.
"Ini tidak sampai krisis internet, tapi kerentanannya sangat berbahaya dan memungkinkan server diambil alih secara remote," ujar Alfons kepada CNBC Indonesia, Kamis (22/10/2026).
Ia menyebut tingkat bahayanya sebanding dengan kerentanan Log4Shell yang pernah mengguncang dunia keamanan siber. Risiko makin besar karena kode eksploitasi untuk menyerang celah tersebut telah tersedia secara publik. Bahkan, serangan dilaporkan terjadi sebelum kerentanan ini diumumkan.
Menurut Alfons, dampak serangan kemungkinan besar akan menyasar layanan shared hosting serta server pemerintah yang menggunakan sistem rentan dan kurang mendapatkan pemeliharaan rutin.
Untuk mengurangi risiko, Alfons menyarankan pengguna memperbarui PHP ke versi yang telah mendapatkan perbaikan keamanan, yakni 8.5.12, 8.4.27, 8.3.36, atau 8.2.35.
"Di bawah itu harus dihindari karena sudah tidak di support lagi," ungkapnya.
Dilaporkan sebelumnya, PHP2Shell ditemukan pada perangkat lunak yang menopang sebagian besar situs web di dunia.
Kerentanan ini memungkinkan peretas menjalankan kode jahat dari jarak jauh, sehingga pemerintah serta perusahaan teknologi raksasa mengeluarkan peringatan mendesak dan bergegas memperbaiki sistem.
PHP adalah bahasa pemrograman yang dipakai di jutaan website, mulai dari toko daring, portal berita, hingga layanan pemerintahan.
Ancaman ini mendorong sejumlah badan keamanan di Amerika Serikat, Inggris, Singapura, Australia, Kanada, dan Uni Eropa mengeluarkan peringatan.
Badan Keamanan Nasional Amerika Serikat (NSA) bahkan menyarankan agar sistem yang belum diperbarui diputus sementara dari jaringan hingga perbaikan diterapkan. FBI juga memperingatkan adanya upaya eksploitasi terhadap celah tersebut sebelum pengumuman publik.
(dem/dem) [Gambas:Video CNBC]