Lulusan SMA Punya Penghasilan Rp12,3 Miliar Setahun dari Printer 3D

Intan Rakhmayanti Dewi,  CNBC Indonesia
19 October 2026 09:45
Pendiri CruiseCup, Mike Satterlee. (Dok. CNBC Make It)
Foto: (Dok. CNBC Make It)

Jakarta, CNBC Indonesia - Mike Satterlee, 19 tahun, meraup pendapatan hingga Rp 12,3 miliar dalam setahun bermodal mesin cetak 3D seharga Rp 7,5 juta yang ia beli dan gunakan di ruang bawah tanah rumah orang tuanya.

Saat duduk di bangku kelas satu SMA, Mike mengikuti pelajaran desain. Di sanalah ia pertama kali menyentuh mesin cetak 3D. Ia terpesona, sesuatu yang ia bayangkan di layar komputer bisa berwujud nyata di tangannya.

Uang tabungan hadiah ulang tahun yang dikumpulkannya selama bertahun-tahun akhirnya dipakai untuk membeli mesin cetak 3D pertamanya. Pada September 2022, mesin itu tiba di rumahnya.

Tanpa berpikir panjang, ia mulai mencetak benda-benda kecil di ruang bawah tanah: mainan, hiasan, barang yang dibutuhkan teman-temannya.

Awalnya ia mencoba menjual aksesori sepatu bernama Solefully. Produk itu berjalan, tetapi belum meledak. Ia terus bereksperimen, mencetak berbagai benda, membagikan ke teman, memposting di media sosial hingga satu desain mengubah segalanya.

Ia mulai memproduksi kantung kaleng minuman (koozies) yang bisa memuat dua kaleng sekaligus yang terbuka di bagian atas dan bawah.

Saat ia membagikan foto produk itu di Instagram, pesanan datang membanjir. Enam minggu penuh ia harus bekerja hampir tanpa henti untuk memenuhi permintaan. Itulah momen yang mengubah segalanya.

Pendapatan perlahan naik. Setiap keuntungan yang masuk tidak ia habiskan untuk gaya hidup. Karena masih tinggal bersama orang tua, Mike hanya mengambil uang saku secukupnya, sisanya diputar kembali untuk membeli mesin tambahan.

Bisnisnya kemudian terus berkembang. Pada awal 2024, ia menyewa gudang seluas 280 meter persegi yang kemudian memberikan penghasilan Rp 3,8 miliar pada akhir 2024. Pendapatannya terus meningkat, bahkan sempat mencetak pendapatan Rp 1,5 miliar dalam satu bulan pada 2025.

Kini, Satterlee mengoperasikan 160 mesin cetak 3D sekaligus, dibantu satu orang staf tetap. Ia memutuskan tidak melanjutkan kuliah. Bukan karena meremehkan pendidikan, melainkan karena peluang yang ada di depan matanya bergerak terlalu cepat untuk ditunda.

(dem/dem) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Cara Remaja 19 Tahun Raup Pendapatan Rp12,3 Miliar, Modal Rp7,5 Juta


Most Popular
Features