Saking Cepatnya Bumi Berputar, 1 Jam Menguap Hilang dari Waktu Dunia
Jakarta, CNBC Indonesia - Sejak lama, para ilmuwan menambahkan detik tambahan ke jam dunia agar selaras dengan perputaran Bumi yang melambat. Namun kini putaran Bumi justru makin cepat, sehingga sistem penyesuaian itu dinyatakan tidak berlaku lagi. Sebagai gantinya, muncul konsep baru yaitu jam kabisat, yang berarti suatu hari nanti bisa ada waktu yang hilang sebanyak satu jam sekaligus, dikutip Jumat (16/10/2026).
Rotasi Bumi ternyata bukan acuan yang andal untuk waktu karena laju putarannya sedikit demi sedikit makin lambat sepanjang sejarah, sebelum kemudian bertambah cepat mulai 2020.
Ilmuwan sudah lama menyadari hal ini. Oleh karena itu, manusia mengandalkan jam atom sebagai referensi yang lebih akurat. General Conference on Weights and Measures pada 1967 menetapkan hitungan detik berdasarkan pancaran energi atom cesium-133. Secara detail satu detik ditetapkan setara dengan 9.192.631.770 ayunan atom cessium-133.Â
Waktu jam atom ini dengan rotasi Bumi kemudian diakali, para ilmuwan harus melakukan penyesuaian untuk menghindari perbedaan drastis antara waktu yang ditetapkan manusia dan situasi di Bumi. Tentunya, warga Bumi, tidak ingin musim terus bergeser sebulan lebih awal.
Mekanisme yang dipilih adalah 27 detik ditambahkan tiap tahun ke jam atom sejak 1972.
"Intinya kami menyetop jam beberapa detik supaya Bumi bisa menyusulnya," Konstantin Bikos dan Anne Buckle write dari Time and Date.
Namun Bumi ternyata tidak melambat terus. Sejak sekitar tahun 2020, perputarannya justru makin cepat. Hal ini menimbulkan masalah baru. Jika sebelumnya kita perlu menambah waktu, bisa saja suatu saat kita harus mengurangi detik sesuatu yang belum pernah terjadi dan dikhawatirkan akan merusak sistem komputer, jaringan, serta satelit di seluruh dunia.
Penambahan detik kabisat saja sudah pernah menyebabkan kegagalan besar. Pada 30 Juni 2012, situs Reddit ambil bagian karena sistem tidak siap menerima detik ekstra.
Perusahaan seperti Google dan Meta harus mengakalinya dengan menyebarkan detik itu ke rentang waktu yang lebih panjang, tetapi cara ini tidak seragam di seluruh dunia. Kekhawatiran memuncak saat Bumi berputar makin cepat yaitu potensi munculnya detik kabisat negatif yang belum pernah diuji sama sekali. Para ilmuwan menyebut ini risiko setara ketakutan soal kode tahun 2000.
Solusi yang diputuskan yaitu batas selisih antara jam atom dan putaran Bumi dinaikkan dari kurang dari 0,9 detik menjadi satu jam penuh. Artinya, penyesuaian tidak lagi dilakukan setiap beberapa tahun, melainkan baru dilakukan jika selisih sudah mencapai 3.600 detik.
"Jika jam kabisat itu terjadi, itu tidak akan terjadi dalam waktu yang sangat, sangat lama," ujar Christian Bizouard, direktur Pusat Orientasi Bumi di Prancis. "Keputusan ini menunda persoalan itu ratusan bahkan ribuan tahun ke depan."
Penerapan jam kabisat ini akan menimbulkan dampak ke kehidupan manusia, termasuk:
- Sistem komputer lebih aman - tidak perlu lagi menyesuaikan setiap kali ada detik tambahan
- Selisih makin lama makin terasa - generasi mendatang mungkin akan merasakan perbedaan antara jam dinding dan pergerakan matahari
- Para ilmuwan harus menyesuaikan pengukuran - pengamat langit dan peneliti bumi perlu memperhitungkan selisih yang makin melebar
- Satu jam hilang - jika suatu saat selisih mencapai batas itu, penyesuaian dilakukan sekaligus, yang artinya ada satu jam yang "hilang" dari kalender dunia