Rahasia Besar OpenAI Bocor Gara-Gara Karyawan Resign ke Apple

Redaksi,  CNBC Indonesia
15 October 2026 18:00
FILE PHOTO: An Apple logo is seen on the building's facade as activists from the anti-globalisation organisation Attac hold the protest against alleged tax evasion by Apple company in front of an Apple store in Frankfurt, Germany, March 10, 2018. REU
Foto: REUTERS/Ralph Orlowski

Jakarta, CNBC Indonesia - Seorang mantan karyawan OpenAI dituduh membawa rahasia perusahaan saat pindah dan bergabung dengan Apple. Aksi tersebut disinyalir menjadi modal bagi pengembangan produk kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) yang dirilis oleh raksasa teknologi asal Cupertino tersebut beberapa waktu lalu.

Dalam gugatan terbaru yang diajukan di Pengadilan Federal AS di San Jose, California, OpenAI menyebut mantan karyawannya mengunduh lebih dari 100 berkas berisi informasi produk yang belum dirilis ke akun pribadinya. Berkas-berkas rahasia itu kemudian dipresentasikan kepada jajaran pimpinan senior Apple.

Lebih lanjut, OpenAI menyampaikan bahwa presentasi tersebut telah dilakukan beberapa waktu lalu. Perusahaan juga mengaitkan dugaan kebocoran ini dengan produk terbaru Apple yang meluncur pekan ini, yaitu HomeView.

"OpenAI merasa prihatin rahasia dagang dan informasi rahasianya beredar di internal Apple, tempat para insinyur Apple diduga memanfaatkan karya rahasia dan inovatif OpenAI untuk merancang produk-produk masa depan mereka," tulis perusahaan, dikutip dari Reuters, Kamis (15/10/2026).

Apple membantah keras tuduhan tersebut melalui surat tertulis tertanggal 12 Oktober 2026. Pengacara yang mewakili Apple menyatakan bahwa dua nomor ponsel yang diidentifikasi sebagai penerima berkas tidak sesuai dengan nomor operasional yang digunakan karyawan tersebut selama bekerja di Apple.

Selain itu, Apple menegaskan belum menemukan bukti yang menunjukkan berkas-berkas tersebut tersimpan di dalam server perusahaan. Klaim ini didasarkan pada hasil penyelidikan internal terhadap repositori kerja yang relevan.

Sengketa hukum ini mencerminkan persaingan yang makin memanas di antara kedua raksasa teknologi global tersebut, terutama dalam merebut talenta terbaik dan melindungi hak kekayaan intelektual masing-masing.

Sebelumnya pada awal tahun ini, OpenAI juga sempat menerima tuduhan serupa dari Apple. Pengembang ChatGPT tersebut dituduh memperoleh informasi rahasia dari mantan karyawan Apple yang baru bergabung dengan mereka-sebuah tuduhan yang saat itu juga telah dibantah oleh pihak OpenAI.

(fab/fab) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Mantan Bos Jadi Pengkhianat, Apple Tak Ragu Bawa ke Pengadilan


Most Popular
Features