Netflix Pangkas 1.000 Karyawan, Gelombang PHK Teknologi Terus Meluas

Redaksi,  CNBC Indonesia
15 October 2026 08:55
Netflix. (REUTERS/Mike Blake/File Photo)
Foto: Netflix. (REUTERS/Mike Blake/File Photo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Raksasa layanan siaran berlangganan Netflix mengumumkan pemangkasan sekitar 6% tenaga kerjanya atau sekitar 1.000 orang, dalam gelombang pemutusan hubungan kerja terbesar sejak tahun 2022. Langkah ini disampaikan melalui email internal yang ditujukan kepada seluruh karyawan, dikutip Rabu (14/10/2026).

Dalam memo yang ditandatangani bersama oleh Co-CEO Greg Peters dan Ted Sarandos, perusahaan menyatakan keputusan ini diambil untuk menyesuaikan prioritas sumber daya di tengah persaingan yang makin ketat.

"Misi kita, menghibur dunia, sangat ambisius, dan untuk mewujudkannya kita harus disiplin dalam menentukan prioritas orang dan sumber daya kita," tulis keduanya.

Pemangkasan ini sebagian besar menimpa tim produk, teknologi, hukum, serta sumber daya manusia. Perusahaan menegaskan kinerja keuangan tetap tumbuh dan berada di jalur mencapai target tahunan. Saham Netflix justru naik 0,7% setelah berita ini tersebar, meskipun sepanjang tahun ini turun sekitar 25%.

Para analis menyebutkan tantangan utama Netflix bukan lagi kerugian pelanggan, melainkan menurunnya keterlibatan penonton. Platform seperti YouTube dan TikTok menawarkan konten gratis yang membuat pengguna semakin sulit dipertahankan. Upaya memperluas sumber pendapatan, termasuk lewat iklan, siaran langsung olahraga, dan layanan gim, belum memberikan hasil yang signifikan.

"Netflix belum menemukan jalur pendapatan utama yang baru. Mereka masih bergantung pada langganan yang kian mendekati batas jenuh," ujar Ross Benes, analis senior eMarketer.

Sebelumnya, upaya mengakuisisi aset penyiaran Warner Bros Discovery juga tidak berhasil. Persaingan di industri kini semakin keras setelah Paramount bergabung dengan Skydance pada awal Oktober 2026.

Alasan PHK Teknologi

Secara umum, alasan pemangkasan tenaga kerja di atas mencerminkan pola yang serupa:

  • Laju pertumbuhan pengguna melambat atau mendekati titik jenuh
  • Biaya investasi teknologi baru (terutama AI) sangat besar
  • Perlu menciptakan sumber pendapatan baru selain model utama
  • Persaingan dengan platform gratis semakin sulit dikalahkan
(dem/dem) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Netflix Bakal PHK 5% Karyawan, Ada Apa?


Most Popular
Features