1.500 Karyawan Meta Jadi Korban Maling, Manajemen Buka Suara

Novina Putri Bestari,  CNBC Indonesia
14 October 2026 17:40
Ilustrasi Meta dan Facebook. (REUTERS/Dado Ruvic/Illustration/File Photo)
Foto: Ilustrasi Meta dan Facebook. (REUTERS/Dado Ruvic/Illustration/File Photo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Sebanyak 1.500 karyawan Meta menjadi korban peretasan setelah informasi pribadi mereka dilaporkan ikut dicuri. Induk perusahaan Facebook tersebut menyatakan telah mulai mengirimkan pemberitahuan resmi kepada para pegawai yang terdampak.

Insiden pembobolan ini pertama kali terdeteksi pada beberapa minggu lalu. Meta menduga informasi pribadi tersebut berhasil dikantongi pelaku setelah peretas berhasil menyusup masuk ke sejumlah repositori GitHub milik perusahaan.

Berdasarkan investigasi, sebanyak 99% data yang berhasil diambil merupakan data bisnis, yakni berupa kode perangkat lunak (software code) yang berkaitan dengan sejumlah produk perusahaan. Sementara sisanya merupakan data pribadi, meski pihak perusahaan tidak merinci secara spesifik jenis informasi apa saja yang ikut terdampak.

Kendati demikian, data pribadi tersebut sejatinya tersimpan di dalam repositori secara tidak sengaja. Seharusnya, data-data sensitif tersebut tidak berada di sana karena bertentangan langsung dengan kebijakan internal Meta.

Sebagian besar data pribadi yang bocor tersebut juga diduga merupakan data uji sintetis atau data anonim. Dengan demikian, ada kemungkinan besar peretas tidak dapat membedakan antara data asli dan data tiruan yang berhasil mereka dapatkan.

Meta menegaskan bahwa insiden pembobolan ini sama sekali bukan berasal dari celah keamanan pada produk perusahaan. Peretasan tersebut murni terjadi akibat aksi pencurian kredensial atau kata sandi milik karyawan.

"Ini bukan kerentanan pada produk Meta mana pun dan sistem internal Meta tidak diretas. Data bisnis Meta yang tersimpan di repositori GitHub diakses secara tidak sah menggunakan kredensial karyawan yang dicuri," ujar juru bicara Meta, dikutip dari Security Week, Rabu (14/10/2026).

"Termasuk sejumlah kecil data pribadi untuk sekelompok kecil orang, yang sebagian besarnya merupakan karyawan Meta sendiri," imbuhnya.

Berdasarkan hasil penyidikan lanjutan yang dilakukan bersama pihak GitHub, Meta juga meyakini bahwa para peretas tidak sedang mengincar data perusahaan mereka secara khusus. Saat ini, akses ilegal penyerang tersebut telah berhasil diputus dan diblokir sepenuhnya oleh tim keamanan internal perusahaan.

(fab/fab) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Petaka Baru Hantam Jepang, Negara Umumkan Kondisi Darurat


Most Popular
Features