NASA Temukan Rumah Manusia di Bulan

Redaksi,  CNBC Indonesia
14 October 2026 06:20
NASA Menyelidiki Lubang Besar di Bulan yang Mungkin Mengarah ke Gua Raksasa di Marius Hills Pi. (Dok. NASA)
Foto: NASA Menyelidiki Lubang Besar di Bulan yang Mungkin Mengarah ke Gua Raksasa di Marius Hills Pi. (Dok. NASA)

Jakarta, CNBC Indonesia - Sebuah lubang besar yang terbuka di permukaan Bulan kini menjadi pusat perhatian NASA. Dugaan kuat menyebutkan lubang tersebut adalah pintu masuk menuju sistem gua bawah tanah yang sangat luas, tempat yang bisa dijadikan pangkalan manusia di masa depan, dikutip Selasa (13/10/2026).

Disebut Marius Hill Pit, lubang ini berdiameter sekitar 90 meter dan kedalamannya diperkirakan mencapai 45 meter. Para ilmuwan meyakini ini adalah atap gua yang runtuh, membentuk apa yang disebut "jendela langit" atau lubang cahaya menuju terowongan lava purba di bawah permukaan.

Sampai saat ini, lubang tersebut hanya diamati dari ketinggian oleh satelit. Kini NASA resmi menugaskan misi khusus untuk turun langsung ke lokasi dan memeriksanya dari dekat.

Misi bernama GIMLI (Geophysical Instruments for Marius Lunar pit Investigation) akan mengirimkan wahana penjelajah yang dilengkapi peralatan canggih termasuk radar penembus tanah untuk memetakan ruang di bawah permukaan, alat ukur gravitasi untuk mengukur rongga besar di dalamnya, sensor seismik untuk mengukur struktur batuan, dan kamera resolusi tinggi.

"Temuan terowongan lava yang utuh akan membuka wawasan baru tentang bagaimana aktivitas vulkanik terjadi di Bulan," ujar Gareth Morgan, ilmuwan senior dari Institut Sains Planet yang memimpin penelitian ini.

Jika terbukti terhubung ke ruang bawah tanah yang luas, tempat ini memiliki nilai strategis luar biasa bagi perjalanan antariksa, yaitu memberikan perlindungan alami bagi manusia dari radiasi matahari dan sinar kosmik. Selain itu, suhu di dalamnya lebih stabil dibanding permukaan bulan.

Karakter ini membuatnya pas sebagai lokasi pangkalan permanen untuk manusia. Selain tempat singgah untuk misi berikutnya, lokasi tersebut bisa menjadi basis penelitian jangka panjang.

Wilayah sekitar lubang ini diketahui kaya sisa-sisa aliran lava purba. Mempelajari lapisan batuan di sana dapat mengungkap sejarah geologi Bulan yang belum terketahui.

(dem/dem) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Bumi Ternyata Tidak Bulat, Bentuknya Berubah Sedikit Demi Sedikit


Most Popular
Features