Wilayah RI yang Turun Hujan Lebat Hingga 15 Oktober Menurut BMKG

Novina Putri Bestari,  CNBC Indonesia
09 October 2026 16:50
Pengendara sepeda motor berteduh saat hujan di bawa Jalan Tol Pondok Pinang-Taman Mini di Kawasan Fatmawati, Jakarta, Rabu (30/9/2026). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)
Foto: Pengendara sepeda motor berteduh di bawa Jalan Tol Pondok Pinang-Taman Mini di Kawasan Fatmawati, Jakarta, Rabu (30/9/2026). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - BMKG mengungkapkan sebagian wilayah Indonesia masih akan didominasi oleh kemarau. Namun hujan dengan intensitas lebar terjadi di sejumlah wilayah Indonesia.

Selama awal bulan, 1-4 Oktober, BMKG mencatat curah hujan harian cukup signifikan di sejumlah wilayah. Misalnya Sumatra Utara sebesar 91 mm/hari, Sumatera Barat 69 mm/hari, Aceh 67 mm/hari, dan Jawa Barat 54 mm/hari.

"Kondisi ini menunjukkan bahwa meskipun fenomena iklim global cenderung mendukung berkurangnya curah hujan, dinamika atmosfer pada skala regional dan lokal masih dapat memicu pertumbuhan awan hujan. Aktivitas spasial Madden-Julian Oscillation (MJO), Gelombang Rossby Ekuatorial, Gelombang Kelvin, dan Gelombang Mixed Rossby Gravity (MRG) yang memengaruhi sejumlah wilayah Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, Maluku Utara, hingga Papua, turut mendukung peningkatan aktivitas konvektif," jelas BMKG, dikutip Jumat (9/10/2026).

BMKG menambahkan terdapat perlambatan kecepatan angin pada sjeumlah wilayah serta suhu muka laut yang relatif hangat. Fenomena tersebut mendukung ketersediaan uap air dan proses pembentukan awan hujan.

Sementara itu, BMKG mengungkapkan kondisi atmosfer dipengaruhi fenomena El Nino dengan intensitas sangat kuat memasuki Dasarian II Oktober 2026. Selain itu juga ada fenomena India Ocean Dipole (IOD) positif).

Kombinasi keduanya cenderung menghambat pertumbuhan awan hujan dan mengurangi pasokan kelembapan di sebagian wilayah. Jadi kondisi atmosfer relatif kering masih akan bertahan di sejumlah wilayah.

Meski begitu, kondisi hujan juga kemungkinan akan terjadi di sejumlah wilayah Indonesia. Ini terjadi karena dampak dinamika atmosfer regional maupun lokal.

Sebagian kecil Kalimantan Utara terlihat adanya aktivitas Gelombang Rossby Ekuatorial, ada pula zona perlambatan dan pertemuan angin di Sumateran, Jawa bagian barat, Kalimantan dan Papua.

"Dengan suhu muka laut yang relatif hangat, kondisi tersebut dapat mendukung peningkatan kelembapan dan pertumbuhan awan hujan di sebagian wilayah. Oleh karena itu, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang masih berpotensi terjadi secara lokal, meskipun secara umum kondisi atmosfer Indonesia masih cenderung kering," jelas BMKG.

Potensi Hujan 9-15 Oktober 2026

9-11 Oktober 2026

Periode ini cuaca akan didominasi oleh kondisi cerah berawan hingga hujan ringan. Terdapat peningkatan hujan dengan intensitas sedang terjadi di Aceh, Sumatra Barat, Riau, Kep. Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kep. Bangka Belitung, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Utara, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Papua Pegunungan, dan Papua.

  • Siaga (hujan lebat - sangat lebat): Sumatra Utara, Bengkulu, dan Jawa Barat.
  • Angin Kencang: Aceh, Banten, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan, Maluku, Maluku Utara, Papua Selatan.

Periode 12-15 Oktober

Selama 12 hingga 15 Oktober 2026, kondisi diprediksi cerah berawan hingga hujan ringan. Peningkatan hujan intensitas sedang perlu diwaspadai di wilayah Sumatra Barat, Riau, Kep. Riau, Jambi, Jawa Barat, Kalimantan Barat, Kalimantan Utara, Papua Barat Daya, Papua Tengah, dan Papua.

  • Siaga (hujan lebat - sangat lebat): Aceh, Sumatra Utara, dan Papua Pegunungan.
  • Angin Kencang: Lampung, Banten, Jawa Barat, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan, Papua Selatan.
(dem/dem) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Potensi Hujan Lebat di Wilayah RI Sampai 12 Oktober, Ini Cakupannya


Most Popular
Features