Pasukan Kecerdasan Super Resmi Dibentuk, Ini Tugas dan Anggotanya

Redaksi,  CNBC Indonesia
07 October 2026 12:55
Presiden AS Donald Trump berjabat tangan dengan Presiden dan CEO Nvidia, Jensen Huang, disaksikan oleh Ketua DPR AS Mike Johnson (R-LA), setelah berbicara kepada media di jalan masuk Gedung Putih usai acara jamuan makan siang bagi para pemimpin sekto
Foto: Presiden AS Donald Trump berjabat tangan dengan Presiden dan CEO Nvidia, Jensen Huang, disaksikan oleh Ketua DPR AS Mike Johnson (R-LA), setelah berbicara kepada media di jalan masuk Gedung Putih usai acara jamuan makan siang bagi para pemimpin sektor teknologi di East Room, Washington, D.C., AS, pada 29 September 2026. (REUTERS/Kevin Lamarque)

Jakarta, CNBC Indonesia - Gedung Putih secara resmi menetapkan tugas serta susunan lengkap anggota satuan tugas baru yang diberi nama Pasukan Kecerdasan Super atau Super Intelligence Force. Langkah ini diperkuat dengan diterbitkannya piagam resmi yang mengatur wewenang dan arah kerja seluruh anggotanya, dikutip dari laporan Politico, Rabu (7/10/2026).

Kecerdasan super atau super intelligence (SI) adalah istilah baru yang dipakai pemerintah Amerika Serikat untuk AI. Presiden AS Donald Trump merasa bahwa penggunaan kata artificial atau buatan membuat AI terdengar "palsu" sehingga ia merasa namanya perlu diubah.

Trump memang kerap mengubah nama yang sudah populer untuk menimbulkan kontroversi atau menunjukkan kekuasaannya. Misalnya, ia mengubah nama Departemen Pertahanan menjadi Departemen Perang dan mengubah nama Teluk Meksiko menjadi Teluk Amerika. 

Satuan tugas Pasukan Kecerdasan Super dibentuk untuk mengkoordinasikan seluruh kebijakan pemerintah Amerika Serikat dalam pengembangan AI. Tugas utamanya meliputi:

  • Menyusun rencana pengembangan agar Amerika Serikat tetap memimpin dunia dalam teknologi ini
  • Menilai peluang sekaligus risiko yang ditimbulkan kecerdasan super bagi masyarakat dan keamanan negara
  • Mencegah aturan yang terlalu ketat sehingga inovasi tidak terhambat
  • Menghadapi persaingan global, terutama dari China yang dinilai terus melaju cepat di bidang ini
  • Menyusun laporan lengkap dalam waktu 120 hari mengenai langkah-langkah yang harus diambil

Susunan Anggota Pasukan Kecerdasan Super

Berikut daftar pimpinan yang memegang jabatan kunci dalam satuan tugas ini:

  • Ketua: Jay Clayton - Direktur Intelijen Nasional
  • Wakil Ketua:
    • Andrew Ferguson - Ketua Komisi Perdagangan Federal
    • Emil Michael - Wakil Menteri Pertahanan untuk Penelitian dan Teknik
    • Scott Kupor - Kepala Kantor Manajemen Sumber Daya Manusia Pemerintah

Anggota lainnya melibatkan pejabat tinggi dari kementerian dan lembaga terkait, termasuk keamanan siber, perdagangan, serta energi.

Piagam yang diterbitkan menegaskan bahwa salah satu risiko terbesar adalah ketinggalan dari negara lain, bukan kecerdasan super itu sendiri. Satuan tugas diminta mempercepat adopsi teknologi sekaligus memastikan keamanan dan kepentingan rakyat Amerika tetap terjaga.

(dem/dem) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Video: Inovasi ABB Manfaatkan AI di Bisnis Pulp & Paper hingga Tambang


Most Popular
Features