Hasil Penelitian di Seluruh Dunia Ungkap Punya Kucing Lebih Bahagia

Novina Putri Bestari,  CNBC Indonesia
06 October 2026 15:15
Cat Sitter merawat kucing peliharaan yang dititipkan di ArnamirCat Hotel Cikajang, Jakarta, Jumat (13/3/2026).(CNBC Indonesia/Faisal Rahman)
Foto: Cat Sitter merawat kucing peliharaan yang dititipkan di Arnamir Cat Hotel Cikajang, Jakarta, Jumat (13/3/2026). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Jakarta, CNBC Indonesia - Memelihara kucing ternyata berkaitan erat dengan tingkat kebahagiaan masyarakat. Sebuah penelitian yang melibatkan data dari 93 negara menemukan bahwa tempat yang jumlah kucingnya lebih banyak cenderung memiliki warga yang merasa lebih bahagia, dikutip dari laporan ScienceAlert, Selasa (6/10/2026).

Penelitian yang diterbitkan jurnal PLOS One ini meneliti hubungan antara kepadatan kucing peliharaan, tingkat kebahagiaan, serta penyebaran parasit Toxoplasma gondii. Parasit ini dibawa oleh kucing dan dapat menularkan ke manusia, diperkirakan menginfeksi satu dari tiga orang di dunia. Infeksi ini dikaitkan dengan gangguan kecemasan, depresi, hingga gangguan saraf, sehingga seharusnya makin banyak kucing makin rendah kebahagiaan.

Namun, kenyataannya justru sebaliknya.

Hasil penelitian menunjukkan negara dengan populasi kucing yang lebih besar ternyata memiliki tingkat kebahagiaan yang lebih tinggi. Lebih menarik lagi, di negara yang banyak kucing, paparan parasit tersebut justru lebih rendah.

"Negara dengan lebih banyak kucing cenderung melaporkan tingkat kebahagiaan yang lebih tinggi, sementara negara dengan paparan Toxoplasma gondii yang lebih tinggi cenderung melaporkan kebahagiaan yang lebih rendah," tulis tim peneliti dalam pernyataan resminya.

Kunci dari teka-teki ini terletak pada cara kucing dipelihara. Di negara yang lebih makmur, kucing lebih sering dipelihara di dalam rumah, rutin diperiksa ke dokter hewan, dan diberi makanan yang terjamin. Kondisi ini membuat kucing tetap sehat dan tidak menularkan parasit ke lingkungan sekitar.

Dengan demikian, manfaat kehadiran kucing yaitu sebagai teman yang menenangkan, pereda stres, sumber kehangatan dirasakan tanpa risiko penularan penyakit.

Javier I. Borráz-León, peneliti utama dari Institut Psikiatri Nasional Meksiko, menjelaskan bahwa temuan ini membantah anggapan sederhana bahwa banyak kucing berarti banyak penyakit.

"Faktor seperti perawatan hewan peliharaan, sanitasi, serta kondisi sosial-ekonomi ternyata sangat berperan," ujarnya.

Peneliti menegaskan bahwa hubungan ini belum membuktikan sebab-akibat secara langsung. Bisa saja orang yang hidup lebih bahagia memiliki kemampuan lebih untuk memelihara kucing dengan baik. Namun, pola yang ditemukan cukup kuat untuk diteliti lebih lanjut.

Artinya, kucing memang membawa kebahagiaan asalkan dirawat dengan penuh tanggung jawab. Bukan sekadar ada, melainkan dijaga kesehatannya, maka kehadiran mereka menjadi berkah yang membuat rumah terasa lebih hangat dan hati lebih tenang.

(dem/dem) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Ternyata Monyet Punya Binatang Peliharaan Seperti Manusia


Most Popular
Features