Semua Bank Besar Bobol, Presiden Sampai Turun Tangan
Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung langsung turun tangan terkait insiden kebocoran data yang menimpa bank, perusahaan keuangan dan lembaga publik. Kantor kepresidenan Seoul mengungkapkan dia langsung memerintahkan untuk melakukan penyelidikan secara menyeluruh.
Lee juga meminta untuk adanya langkah-langkah penanggulangan atas kejadian tersebut, dikutip dari Reuters, Senin (5/10/2026).
Sejumlah bank yang terkena serangan siber termasuk Shinhan Bank serta KB Kookmin Bank. Laporan kantor berita Yonhap menyebut nasib serupa juga menimpa Hana Bank dan Woori Bank.
Investigasi telah dilakukan setelah Shinhan Bank melaporkan adanya pelanggaran pada 30 September. Kemudian penyidikan diperluas setelah adanya laporan.
Lembaga keuangan diminta pihak regulator untuk melakukan inspeksi keamanan komprehensif, memperketat kontrol akses, serta meminimalkan akses sistem eksternal. Begitu juga untuk dapat memperkuat langkah perlidungan konsumen.
Pihak regulator meyakini bukan hanya satu lembaga saja yang jadi sasaran. Melainkan banyak perusahaan jadi target agar bisa memindai kerentanan pada perusahaan keuangan.
Yonhap yang mengutip data perbankan yang diserahkan pada pihak regulator menyebut alamat IP terkait serangan berasal dari sejumlah negara. Di antaranya termasuk Amerika Serikat (AS), Jepang, Singapura, Vietnam, serta Inggris.
Sementara itu, Ketua Komisi Jasa Keuangan Korea Selatan (FSC) Lee Eog-Weon juga telah mengadakan pertemuan darurat terkait insiden itu pada Minggu kemarin. Pertemuan itu dihadiri asosiasi industri keuangan, regulator hingga eksekutif dari lembaga yang terdampak insiden.
Dalam kesempatan itu, dia juga mengingatkan sektor keuangan perlu merespons insiden dengan kewaspadaan tertinggi.
Korea Utara juga disebut-sebut setelah serangan itu. Partai Kekuatan Rakyat mengatakan perlu membuka peluang pelaku terkait dengan negara tetangganya itu.
Pihak partai oposisi itu mengaitkannya dengan serangan siber masa lalu pada lembaga keuangan Korsel yang terkait dengan Korut.
(dem/dem) [Gambas:Video CNBC]