Dari Dapur ke Pasar Digital, Teknologi Bantu Ibu Rumah Tangga Jadi Bos

Robertus Andrianto,  CNBC Indonesia
25 September 2026 15:00
CEO Grab Indonesia Neneng Goenadi. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)
Foto: CNBC Indonesia/Tri Susilo

Jakarta, CNBC Indonesia - Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti mendorong para wanita agar berani dan mampu berperan penting dalam produksi teknologi dan tidak hanya menjadi konsumen saja.

"Jangan kita hanya menjadi konsumer dari teknologi tapi jadi produsen teknologi termasuk perempuan juga harus melek technologi," ujarnya dalam High Level Talk FEKDI - IFSE di JICC, Jakarta pada Jumat (25/9/2026).

CEO Grab Indonesia Neneng Goenadi pun memberikan contoh nyata ketika teknologi mampu membuat ibu rumah tangga bertransformasi menjadi pengusaha.

Neneng mengatakan bahwa stigma masyarakat yang tidak bekerja dan harus mengurus rumah terpatahkan dengan kehadiran teknologi.

"Tapi yang saya mau katakan adalah sekarang, with technology, nothing is impossible," ucap Neneng.

Neneng mengaku adanya pandemi Covid-19 mempercepat adaptasi teknologi. Keadaan ekonomi yang jatuh juga memberikan dorongan kepada ibu rumah tangga berperan lebih besar untuk ekonomi keluarganya.

"Pada saat COVID, itu banyak yang laki-laki PHK, akhirnya mereka harus punya uang kan, mereka (suami dan istri) bekerja dan ini hanya bisa terjadi karena teknologi," ucapnya.

"So, what I'm saying adalah, sekarang ini, nothing is impossible for everyone," ungkap Neneng.

Saat ini dengan adanya kecerdasan buatan, para pengusaha perempuan tidak hanya berjualan saja, namun naik kelas baik dari segi skala usaha maupun kapabilitas sebagai wirausaha.

"Karena gak ada yang impossible. Apakah merchant-merchant long tail yang di rumah-rumah itu mengerti mengenai AI? Tadinya enggak.

Sekarang contohnya di tech company like Grab, Gojek, dan sebagainya, saya gak akan bilang cuma saya aja gitu ya. Tapi dengan begitu mereka belajar, dan mereka bisa naik, mereka bisa naik kelas," ujar Neneng.

Akselerasi BI

Destry menegaskan bahwa Bank Indonesia senantiasa mendorong pemanfaatan inovasi digital agar dapat berdampak kepada kehidupan dan perkembangan ekonomi Indonesia.

Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti mengatakan bahwa inovasi teknologi dan kecerdasan buatan (AI), yang saat ini berkembang dengan pesat, harus bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan produktivitas.

"Intinya adalah dengan AI dan tech pertama kita harus bisa memanfaatkan teknologi untuk membantu meningkatkan produktivitas," tuturnya.

Dirinya mengatakan semaju apapun teknologi jika tidak dimanfaatkan dengan optimal maka hanya akan menjadi sisa-sia.

Oleh karena itu, kecanggihan teknologi juga harus dibarengi dengan peningkatan kompetensi sumber daya manusia agar bisa memanfaatkannya.

Gubernur BI memandang saat ini Indonesia tidak hanya memiliki bonus demografi, di mana penduduk didominasi oleh usia produktif. Namun, harus ditransformasikan bonus demografi tersebut menjadi bonus kompetensi.

"Bonus demografi harus kita transform menjadi bonus kompetensi agar anak muda yang punya kompetensi," ujarnya.

Dalam upaya transformasi bonus kompetensi tersebut, Destry mengungkapkan bahwa Bank Indonesia bersinergi dengan pihak-pihak terkait untuk mengembangkan talenta digital anak muda melalui program Pendidikan Inovasi Digital Indonesia (PIDI) yang juga termasuk Hackathon.

Bank Indonesia menyelenggarakan kompetisi inovasi digital yang diikuti oleh ribuan peserta. Bahkan BI menerima 2.000 proposal inovasi digital dan saat ini sudah memiliki 80 tim terpilih untuk mengikuti rangkaian penjajakan bisnis dengan pihak berkepentingan dan juga terkurasi serta 10 pemenang.

"Kita mencari juara-juara dengan kompetisi lalu kita kurasi dan bisa berdampak," ucapnya.

Mampu mencetak talenta digital dan teknologi pun dirasa belum cukup. Namun, harus mampu menciptakan talenta yang dibutuhkan oleh industri .

(haa/haa) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Terungkap! Ini Alasan RI Ikut China & Rusia Masuk Organisasi AI Dunia


Most Popular
Features