Komen Tak Terduga Xi Jinping Soal AS-China di Depan Trump
Jakarta, CNBC Indonesia - Amerika Serikat (AS) dan China selama ini dikenal sebagai dua negara yang bersaing ketat untuk memenangkan perlombaan di sektor teknologi kecerdasan buatan (AI). Raksasa teknologi berbasis AS dan China saling kejar-kejaran meluncurkan sistem AI paling canggih.
Akibatnya, peningkatan AI sudah masuk ke babak 'sulit terkendali'. Hal ini bisa dilihat dari beberapa insiden sistem AI yang kabur dari lab pengujian dan membobol sistem perusahaan lain tanpa adanya intervensi manusia.
Beberapa insiden yang terjadi sudah memicu kekhawatiran global, sampai membuat institusi pemerintah dan perbankan di berbagai negara mewanti-wanti risiko bahaya keamanan berskala besar gara-gara AI canggih.
Di tengah kekhawatiran tersebut, Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping, menggelar pertemuan baru-baru ini. Dalam pertemuan tersebut, Xi Jinping tiba-tiba memberikan komentar tak terduga terkait pentingnya persaingan yang "sehat" antara negaranya dengan Amerika Serikat (AS).
Tak hanya itu, Xi juga menegaskan bahwa kedua kekuatan besar dunia tersebut memegang "kemampuan dan tanggung jawab" bersama untuk memastikan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence / AI) dikelola demi kebaikan umat manusia.
Pernyataan tersebut disampaikan Xi saat menggelar pertemuan tingkat tinggi (summit) dengan Presiden AS Donald Trump di Gedung Putih pada Kamis (24/9) waktu setempat.
Hal ini menunjukkan sinyal bahwa China sudah membuka pintu kolaborasi demi keamanan, ketimbang hanya bersaing unjuk gigi dalam menentukan siapa yang lebih hebat.
Dalam pertemuan krusial ini, kedua pemimpin membahas berbagai isu sensitif yang kerap menjadi batu sandungan, mulai dari masa depan AI, isu Taiwan, hingga kelanjutan gencatan senjata dagang antara AS dan China.
Usai proses penyambutan resmi di Gedung Putih, Trump melontarkan pujian atas "persahabatan yang benar-benar hebat" di antara keduanya, sembari menyoroti banyaknya "kepentingan bersama" yang mengikat kedua negara adidaya tersebut, dikutip dari Caliber, Jumat (25/9/2026).
Senada dengan Trump, Xi mengaku memiliki "hubungan pribadi" yang baik dengan sang presiden AS, seraya menekankan pentingnya bagi kedua pemimpin untuk terus "mencari titik temu."
"Persaingan kita haruslah persaingan yang sehat, bukan pergulatan di mana yang satu menang dan yang lain kalah," tegas Xi.
Soroti Isu AI dan Nasib Perusahaan China di AS
Bergeser ke topik teknologi mutakhir, Xi Jinping menyoroti bahwa AS dan China memiliki andil besar dalam mengawal arah perkembangan AI agar tidak disalahgunakan.
"Kita memiliki baik kemampuan maupun tanggung jawab untuk mengelola AI demi kebaikan," imbuhnya.
Di sisi lain, dalam pidato pembukanya, pemimpin nomor satu negeri tirai bambu itu juga secara tegas menitipkan pesan agar pemerintah AS memberikan perlakuan yang adil bagi korporasi-korporasi asal China yang sedang berbisnis di Negeri Paman Sam.
"Kami berharap perusahaan-perusahaan China diperlakukan secara adil di sini, di Amerika Serikat," ujar Xi Jinping
Sebagai penutup rangkaian agenda kenegaraan tersebut, Trump dijadwalkan menjamu Xi Jinping dalam sebuah jamuan makan malam eksklusif (state dinner). Acara jamuan bergengsi ini dipastikan bakal dihadiri oleh para taipan dan bos besar teknologi AS, termasuk CEO Tesla Elon Musk, CEO Apple Tim Cook, hingga CEO Nvidia Jensen Huang.
(fab/fab) [Gambas:Video CNBC]