Tingkah Aneh Netanyahu Pidato Sambil Angkat-Angkat Starlink di PBB

Redaksi,  CNBC Indonesia
25 September 2026 07:50
Israel's Prime Minister Benjamin Netanyahu holds a Starlink device as he addresses the 81st United Nations General Assembly (UNGA) at UN headquarters in New York City, US, September 24, 2026.  REUTERS/EDUARDO MUNOZ
Foto: REUTERS/Eduardo Munoz

Jakarta, CNBC Indonesia - Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, membuat pernyataan yang mengejutkan di Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa. Di hadapan para pemimpin dunia, ia mengangkat perangkat internet satelit Starlink Mini ke atas panggung dan menawarkannya kepada delegasi Iran sebagai sindiran langsung terhadap pembatasan akses internet di negara tersebut.

Dalam pidatonya yang berlangsung sekitar 40 menit, Netanyahu menuduh pemerintah Iran takut rakyatnya memiliki akses ke internet. Selama 5 bulan pada tahun ini, pemerintah Iran memutus akses internet secara luas untuk meredam gelombang protes yang terjadi di negara tersebut.

Starlink yang mampu melintasi blokir jaringan darat justru dilarang di sana, tetapi ribuan perangkat tetap diselundupkan masuk dan digunakan secara diam-diam oleh masyarakat.

Netanyahu mengangkat perangkat Starlink Mini di hadapan sidang dan mengatakan, "Saya akan meninggalkan perangkat ini agar Anda dapat memberikannya kepada delegasi Iran. Supaya ketika mereka tak terelakkan berpihak kebenaran, mereka pun dapat menceritakan kisah mereka secara bebas di media sosial."

Ia menambahkan bahwa Starlink telah membantu rakyat Iran mengakses kebenaran, menentukan pilihan sendiri, serta menyampaikan pendapat dan pikiran tanpa dibatasi.

Menurutnya, justru karena itulah pemerintah Iran berupaya keras memblokirnya dan menghabiskan biaya miliaran rupiah untuk menutup akses informasi warganya.

Sebelum Netanyahu mulai berbicara, delegasi Iran beserta sejumlah negara lain telah meninggalkan ruang sidang sebagai bentuk protes. Netanyahu menyebut mereka yang memboikot pidatonya sebagai "pengecut bermoral" dan meminta mereka segera meninggalkan ruangan.

Selain soal Starlink, Netanyahu juga menolak tuduhan yang menyebut serangan militer Israel di Gaza yang membunuh lebih dari 74.000 orang sebagai genosida.

Iran sempat melakukan pemadaman internet selama 3 bulan pada masa awal serangan militer Israel dan Amerika Serikat ke negara tersebut. Akses internet, menurut Al-Jazeera, mulai "dinormalisasi" pada Mei.

Di sisi lain, tentara Israel (IDF) melakukan sensor terhadap konten media sosial yang dikirim dari Israel terkait serangan Iran. Semua aktivitas penyiaran tentang dampak serangan Iran terhadap fasilitas militer harus mendapatkan persetujuan militer, termasuk konten media sosial.

(dem/dem) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Terbongkar Taktik Licik Israel Hancurkan Iran dari Dalam


Most Popular
Features