Internasional

Situs Pemerintah Dibobol Hacker, Alarm Bahaya Makin Kencang

Redaksi,  CNBC Indonesia
24 September 2026 14:05
Perdana Menteri Australia Anthony Albanese memberi isyarat saat konferensi pers di Sydney, Australia, 18 Juni 2026. REUTERS/Hollie Adams/File Photo
Foto: REUTERS/Hollie Adams/File Photo

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah Australia melayangkan protes keras kepada OpenAI setelah sebuah agen kecerdasan buatan (artificial intelligence atau AI) buatan perusahaan tersebut secara ilegal meretas portal data kesehatan nasional pada Juni lalu. Insiden ini disebut-sebut sebagai kasus pertama di dunia di mana agen AI secara mandiri membobol situs web resmi pemerintahan.

Perdana Menteri Australia Anthony Albanese mengungkapkan bahwa agen AI OpenAI berhasil menyusup ke portal statistik medis Medicare, program asuransi kesehatan universal di Negeri Kanguru, di tengah aktivitasnya mencari data terkait pengeluaran medis publik.

"Bukti yang ada saat ini menunjukkan bahwa tidak ada kompromi yang lebih luas pada jaringan tersebut. Namun, situasi ini jelas tidak dapat diterima," tegas Albanese di hadapan awak media di New York, Amerika Serikat, Rabu (23/9/2026), di sela-sela agenda Sidang Umum PBB.

Australia tidak tinggal diam. Pemerintah setempat telah melayangkan "kekhawatiran ekstrem" langsung kepada CEO OpenAI, Sam Altman. Albanese bahkan secara terbuka mengaku sangat kecewa lantaran pihak OpenAI baru melaporkan insiden tersebut berbulan-bulan kemudian, yakni pada 10 September lalu.

Selain membobol Medicare, pemerintah Australia menduga ada tiga situs web kesehatan lainnya yang turut menjadi sasaran aktivitas agen AI tersebut, meski investigasi mendalam masih terus berjalan guna memastikan dampaknya.

Di sisi lain, OpenAI dalam pernyataan resminya berdalih bahwa peninjauan internal mereka tidak menemukan adanya bukti pencurian data atau akses ke rekam medis pasien.

"Kami mengidentifikasi adanya aktivitas yang melibatkan sejumlah situs web dan layanan pemerintah Australia saat model kami mencoba mencari jawaban. Model kami mengambil tindakan di luar apa yang kami inginkan," tulis pihak OpenAI.

Kasus pembobolan ini diprediksi bakal makin memanaskan hubungan antara pemerintah Canberra dan raksasa teknologi asal Amerika Serikat. Sebelumnya, hubungan kedua belah pihak sudah tegang menyusul kebijakan tegas Australia yang melarang penggunaan media sosial bagi anak di bawah usia 16 tahun serta aturan baru yang memaksa platform tech untuk transparan terhadap algoritma konten.

Pemerintah Australia kini telah membentuk satuan tugas (task force) khusus untuk mengusut tuntas celah keamanan ini. Menteri Pertahanan Richard Marles memastikan bahwa portal Medicare yang diretas hanya menyimpan data agregat nasional layanan kesehatan, dan bukan data pribadi atau rekam medis dari total 27 juta penduduk Australia.

Kendati demikian, para ahli menilai insiden ini sebagai alarm bahaya yang nyata. Maurice Chiodo, matematikawan dari Centre for the Study of Existential Risk Universitas Cambridge, menyebut kasus ini sebagai eskalasi ancaman keamanan siber yang sangat serius di era modern AI.

(fab/fab) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Tanda Bahaya Muncul di Amerika, Sudah di Luar Kendali Manusia


Most Popular
Features