Video: Revolusi Credit Scoring, Cara Teknologi Nilai Profil Nasabah
Jakarta, CNBC Indonesia- Perkembangan teknologi digitalisasi turut mengubah arah pengelolaan data credit scoring dalam proses verifikasi data dan penilaian risiko kredit calon nasabah. Dimana otomasi sistem hingga analitik big data membantu lembaga pengelola informasi perkreditan (LPIP) atau biro kredit memberikan penilaian kelayakan nasabah yang lebih cepat dan akurat sehingga keputusan pemberian kredit akan lebih cepat.
Credit Bureau Indonesia (CBI) sebagai perusahaan kredit biro juga memanfaatkan digitalisasi dalam penyediaan data kredit yang lebih akurat mencakup riwayat utang, transaksi kredit hingga transaksi pembayaran agar dapat digunakan oleh pemberi pinjaman seperti bank, fintech, P2P lending hingga multifinance.
Direktur Utama Credit Bureau Indonesia (CBI), Anton K. Adiwibowo menyebutkan teknologi telah mengubah credit scoring dari hanya berdasarkan data historical hingga masuk kepada credit behaviour yang digabung dengan data alternatif serta menggunakan machine learning dalam pemrosesan data sehingga menghasilkan data profil risiko yang lebih baik.
CBI mendorong pemanfaatan besarnya data kredit melalui penggunaan machine learning melalui solusi credit intelligence platform. DImana organisasi seperti lembaga pemberi kredit bisa mengumpulkan, memproses dan menggunakan data kredit dalam pengambilan keputusan risiko kredit seorang nasabah.
Seperti apa revolusi credit scoring dan pemanfaatan credit intelligence dalam membaca profil risiko kredit nasabah? selengkapnya simak dialog Shafinaz Nachiar dengan Direktur Utama Credit Bureau Indonesia (CBI), Anton K. Adiwibowo dalam Profit, CNBC Indonesia (Senin, 21/09/2026)