Rebutan Chip Belanda-China Panas, India Ketiban Untung
Jakarta, CNBC Indonesia - Produsen chip asal Belanda, Nexperia, memperkuat kerja sama dengan India di tengah perselisihan dengan perusahaan induknya asal China, Wingtech. Nexperia dan Tata Electronics sepakat bekerja sama memproduksi serta mengemas chip di India.
Keduanya akan memproduksi berbagai chip pengendali daya Nexperia di pabrik Tata senilai US$11 miliar yang sedang dibangun di Dholera. Mereka juga akan bekerja sama dalam pengujian dan perakitan chip di fasilitas Tata di Jagiroad.
Kedua perusahaan tidak mengungkapkan nilai kerja sama tersebut. Mereka juga akan berkolaborasi mengembangkan teknologi semikonduktor untuk masa depan.
"Kerja sama komprehensif ini merupakan langkah penting dalam upaya Tata Electronics membangun ekosistem manufaktur semikonduktor yang terintegrasi dan kompetitif secara global di India," kata CEO Tata Electronics Randhir Thakur dalam pernyataan, dikutip Reuters, Jumat (18/9/2026).
Nexperia merupakan produsen chip sederhana yang banyak digunakan dalam industri otomotif dan elektronik konsumen.
Perselisihan perusahaan dengan Wingtech bermula setelah pemerintah Belanda melakukan intervensi pada September 2025 untuk mencegah Nexperia memindahkan operasionalnya ke China.
China kemudian membalas dengan melarang sementara ekspor chip Nexperia yang dikemas di Dongguan. Kebijakan tersebut sempat memicu kelangkaan chip bagi produsen mobil.
Situasi mereda setelah pemerintah Belanda dan China membatalkan langkah masing-masing. Namun, Nexperia tetap terpecah secara struktural.
Pengadilan Belanda telah mencabut kendali Wingtech atas perusahaan, sementara kerja sama dengan Tata kali ini mendapat dukungan dari manajemen Nexperia saat ini.
(dem/dem) [Gambas:Video CNBC]